Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Tanah Taman Nasional Kerinci Dijual, Adat Curigai Pertamina

Editor

Anton Septian

image-gnews
Gunung Kerinci di Jambi. TEMPO/Febrianti.
Gunung Kerinci di Jambi. TEMPO/Febrianti.
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Pengelola Hutan Adat Talang Kemuning, Kerinci, Jambi, Agustin Ali, menduga Kepala Desa Talang Kemuning dan PT Pertamina Gheotermal Energy (PGE) terlibat atas terbitnya Surat Keterangan Tanah di wilayah adat Taman Nasional Kerinci Siblat (TNKS). Setelah terbitnya surat tersebut, lahan kemudian dijual kepada PGE.

"Kami menduga, ada keterlibatan pihak yang terlibat, salah satunya PGE yang menikmati kongkalikong ini," kata Agustin Ali, saat dihubungi Tempo, Sabtu, 21 November 2015.

Ia mengatakan bahwa kawasan hutan tersebut berada di wilayah TNKS yang dilindungi masyarakat adat. "Seluruh masyarakat Talang Kemuning, Bintang Marak, Depati Nyato menyatakan hutan larangan, dilindungi masyarakat, itu adalah hutan yang dilindung. Adat melarang itu dimiliki atas nama pribadi," katanya.

Ia menduga SKT sengaja dibuatkan oleh Kepala Desa Bintang Marak, Halwati dan suaminya, Rahmat. Kasus ini juga diduga melibatkan Sekdes Talang Kemuning, AA, yang sengaja membuat seolah-olah lahan itu bukan bagian TNKS. "Dibuat seolah-olah ada pemiliknya mengatasnamakan DD dan AA, kepala desa sebelumnya. Transaksi ini sudah ada sejak 2 bulan," ujarnya.

BACA:
Tanah Taman Nasional Dibeli Pertamina, Adat Usir Kepala Desa
Tanah Taman Nasional Dibeli Pertamina, Kades Diduga Rekayasa

Hal ini diperkuat oleh pernyataan Ketua Kerapatan Adat Depati Nyato Desa Talang Kemuning dan Bintang Marak. Hamdani mengungkapkan bahwa Sekretaris Desa, Asril pernah menyampaikan pernyataan segala urusan yang dikehendaki PT Geothermal melalui dirinya. "Tanah itu sebetulnya tanah wilayah adat milik masyarakat, karena wilayah ada dan adat yang punya," katanya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sebelum kejadian ini, kata Agustin Ali, telah ada pertemuan soal sosialisasi keberadaan PGE di Talang Kemuning. Saat itu ada sejumlah pejabat PGE tampak hadir. "Sebelum ada transaksi sebaiknya diketahui Depati yang punya tanah adat supaya tidak ada komplain kemudian hari. Tetapi mereka meremehkan dan akhirnya ada transaksi yang dianggap ilegal melalaikan adat," katanya

Ia dan perwakilan adat akhirnya melaporkan kasus ini kepolisian di Kerinci, dengan tembusan ke Kepolisian Republik Indonesia dan Komisi Pemberantasan Korupsi. "Sampai saat ini belum ada tindak lanjut, dan belum ada kepastian," katanya.

Ali juga menegaskan bahwa masyarakat adat tidak melarang perusahaan energi negara untuk masuk ke kawasan adat. Akan tetapi, hal itu harus dilakukan dengan menghormati hukum adat yang berlaku. "Kami tidak melarang mereka masuk asa berada dalam koridor yang benar, tetapi kalau ilegal akan ada pertentangan dan adat tidak izinkan," kata Ali.

Diberitakan sebelumnya, Masyarakat Adat Desa Talang Kemuning dan Bintang Marak mengeluarkan Kepala Desa Bintang Marak, Halwati dari masyarakat adat. Ini dilakukan setelah penerbitan Surat Keterangan Tanah yang diduga palsu meskipun tanah yang diklaim berada di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat.

ARKHELAUS W

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Aktivis Kuatkan Alasan Petambak Jadi Tersangka Perusak Lingkungan di Karimunjawa

7 hari lalu

Foto udara tambak udang vaname intensif di sekitar area hutan mangrove tepi pantai Desa Kemujan, Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Senin, 18 September 2023. Menurut data yang dihimpun komunitas pegiat lingkungan Lingkar Juang Karimunjawa sebanyak 33 titik tambak udang intensif tak berizin di wilayah Karimunjawa telah merusak ekosistem lingkungan hidup, mengganggu sektor ekonomi masyarakat nelayan, petani rumput laut serta pariwisata akibat pencemaran sisa limbah dan deforestasi. ANTARA FOTO/Aji Styawan
Aktivis Kuatkan Alasan Petambak Jadi Tersangka Perusak Lingkungan di Karimunjawa

Persidangan kasus kriminalisasi warga Karimunjawa ungkap bukti-bukti pencemaran lingkungan akibat aktivitas tambak udang.


Taman Nasional Karimunjawa Rusak karena Limbah Tambak Udang, KLHK Tetapkan Empat Tersangka

8 hari lalu

Sejumlah masyarakat dan nelayan yang tergabung dalam komunitas pegiat lingkungan Lingkar Juang Karimunjawa bersama aktivis lingkungan Greenpeace Indonesia dan lintas komunitas pecinta alam menggunakan kayak sambil membentangkan spanduk saat aksi SaveKarimunjawa di tepi pantai yang tercemar limbah tambak udang di Desa Kemujan, kepulauan wisata bahari Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Selasa, 19 September 2023. Dalam aksi tersebut mereka menuntut penutupan tambak udang vaname intensif sebanyak 39 titik tak berizin karena merusak ekosistem lingkungan hidup, mengganggu sektor ekonomi masyarakat nelayan, petani rumput laut serta pariwisata akibat pencemaran sisa limbah dan deforestasi hutan mangrove yang juga dinilai akan memperparah krisis iklim. ANTARA FOTO/Aji Styawan
Taman Nasional Karimunjawa Rusak karena Limbah Tambak Udang, KLHK Tetapkan Empat Tersangka

KLHK menetapkan empat orang tersangka perusakan lingkungan Taman Nasional Karimunjawa pada Rabu, 20 Maret 2024.


5 Kasus Kematian Gajah, Mayoritas Diracun

11 hari lalu

Tim dari BKSDA sedang memeriksa kematian seekor anak gajah di Desa Gampong Baroh Kecamatan Setia Bakti Kabupaten Aceh Jaya. Kredit: ANTARA/HO
5 Kasus Kematian Gajah, Mayoritas Diracun

Kasus gajah yang mati akibat diracun telah lama terjadi di Indonesia. Beberapa terjadi karena ingin mengambil gadingnya


7 Destinasi Liburan Musim Semi di Korea Selatan

18 hari lalu

Jinahe Cherry Blossom Festival. Youtube.com/Taste Seoul Goods
7 Destinasi Liburan Musim Semi di Korea Selatan

Merayakan musim semi di Korea melihat keindahan alam dari bunga Sakura, Desa Gwangyang, Taman Hutan, Seoraksan, Gyeongju, Festival Tulip, Pulau Nami.


Hijaukan Hutan Wisata, Kementerian LHK Tanam Pohon di Punti Kayu hingga TN Berbak Sembilang

22 hari lalu

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melakukan penghijauan di sejumlah hutan wisata di Sumsel. Selain tanam pohon di Taman Wisata Punti Kayu, sebelumnya dilakukan hal serupa di Taman Nasional Berbak dan Sembilang. TEMPO/Parliza Hendrawan
Hijaukan Hutan Wisata, Kementerian LHK Tanam Pohon di Punti Kayu hingga TN Berbak Sembilang

Sejumlah kawasan hutan wisata dan taman nasional yang ada di Sumatera Selatan dilakukan penghijauan.


7 Spot Wisata Menarik di Baluran, Ada Savana hingga Hutan

27 hari lalu

Predator Ajak (Cuon alpinus) berburu rusa timor (cervus timorensis) di savana Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Jumat 5 Juni 2020. Ditutupnya pariwisata di TN Baluran pada masa Pandemi COVID-19, berdampak pada perilaku satwa yang biasanya beraktivitas di dalam hutan saat ini mudah dijumpai di padang savana karena tidak adanya wisatawan. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya
7 Spot Wisata Menarik di Baluran, Ada Savana hingga Hutan

Bagi Anda yang tertarik untuk liburan di daerah Jawa Timur, Taman Nasional Baluran bisa jadi pilihan. Ini spot wisata menarik di Baluran.


Sebulan Tutup, Taman Nasional Baluran di Jawa Timur Dibuka Kembali untuk Wisatawan

39 hari lalu

Rusa timor (cervus timorensis) beraktivitas di savana Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Jumat 5 Juni 2020. Ditutupnya pariwisata di TN Baluran pada masa Pandemi COVID-19, berdampak pada perilaku satwa yang biasanya beraktivitas di dalam hutan saat ini mudah dijumpai di padang savana karena tidak adanya wisatawan. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya
Sebulan Tutup, Taman Nasional Baluran di Jawa Timur Dibuka Kembali untuk Wisatawan

Penutupan Taman Nasional Baluran dilakukan untuk pemulihan kawasan sekaligus evaluasi kunjungan wisata.


Gajah Latih Taman Nasional Tesso Nilo Mati Diracun, Polda Riau Buru Pencuri Gading

28 Januari 2024

Petugas membedah tubuh gajah bernama Rahman yang mati di Taman Nasional Tesso Nilo, Pelalawan Riau, Rabu, 10 Januari 2024. Foto: BKSDA
Gajah Latih Taman Nasional Tesso Nilo Mati Diracun, Polda Riau Buru Pencuri Gading

Ketika ditemukan gajah bernama Rahman itu dalam keadaan lemas dan gading sebelah kiri hilang.


Tempat Wisata Tanzania: Presiden Samia Suluhu Ajak Jokowi Berlibur ke Negara Afrika Timur Itu

26 Januari 2024

Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Persatuan Tanzania Samia Suluhu Hassan di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis 24 Januari 2024. Pertemuan ini membahas kesepakatan kerja sama antar kedua negara yang diakhiri dengan penandatanganan dan pertukaran nota kesepahaman kerja sama kedua negara. TEMPO/Subekti.
Tempat Wisata Tanzania: Presiden Samia Suluhu Ajak Jokowi Berlibur ke Negara Afrika Timur Itu

Presiden Tanzania Samia Suluhu Hassan mengundang Jokowi berwisata ke Tanzania setelah pensiun


7 Hal yang Dilarang saat Safari ke Hutan untuk Melihat Satwa Liar

26 Januari 2024

Potret anak badak Sumatera berjenis kelamin jantan yang lahir pada Sabtu, 25 November 2023. Anak badak Sumatera itu lahir dari induk bernama Delilah di Suaka Rhino Sumatera Taman Nasional Way Kambas (SRS TNWK), Lampung. Dok KLHK
7 Hal yang Dilarang saat Safari ke Hutan untuk Melihat Satwa Liar

Safari hutan untuk bertemu dengan satwa liar perlu kehati-hatian dan tanggung jawab tinggi supaya tidak merugikan individu atau satwa yang ada.