Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Panas Ekstrem Landa Kota di Pesisir Timur Sumatera Utara  

image-gnews
Seorang jamaah melintas di dekat kubah yang sedang dicat ulang di Masji Akbar Al Mashun di Medan, Sumatera Utara, 24 Juni 2014. AP/Binsar Bakkara
Seorang jamaah melintas di dekat kubah yang sedang dicat ulang di Masji Akbar Al Mashun di Medan, Sumatera Utara, 24 Juni 2014. AP/Binsar Bakkara
Iklan

TEMPO.CO , Medan: Warga Medan, Langkat dan kota di pantai timur Sumatera Utara diminta mempersiapkan diri menghadapi suhu panas yang bakal berlangsung hingga Agustus 2015.

"Ini karena hembusan angin dari Australia yang menuju Sumatera dan turun melalui pegunungan Bukit Barisan. Suhu bisa menembus 36 hingga 37 derajat celsius," kata Staf Prakiraan Cuaca BMKG Wilayah I Kristin kepada Tempo.

Pada Senin,  22 Juni 2015 pukul 14.00 WIB suhu tercatat 35,8 derajat celcius.  Sehari sebelumnya mencapai 36,2 derajat.

Menurut Kristin, pola angin monsun barat daya dari Australia bersifat menyebar sehingga mengganggu pembentukan awan, akibatnya awan sulit terbentuk."Maka matahari menembus bumi tanpa dihalangi awan sehingga suhu panas langsung mengena objek bumi." tutur Kristin.

Masyarakat diimbau waspada dengan sengatan matahari yang mencapai mencapai 36,2 derajat celcius. Selain hembusan angin dari Australia, suhu panas juga disebabkan posisi matahari pada Juni dan Juli berada di belahan bumi bagian utara. "Nah, Sumatera Utara itu berada di bagian bumi utara." ujarnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kristin menyatakan, awal Juni hingga Agustus 2015 adalah musim kemarau kedua, sedangkan musim kemarau pertama terjadi pada Januari hingga Maret. Sementara April hingga Mei adalah musim hujan pertama.

Suhu panas menyebabkan manusia cepat mengalami dehidrasi. Selain itu, warga juga diimbau  mewaspadai potensi kebakaran. Namun potensi hot spot atau titik panas akibat kebakaran, katanya,  belum terpantau sampai hari ini.

Salah satu warga Medan, Dody mengaku lekas lelah dengan suhu panas. Apalagi saat ini puasa dan hawa panas sepekan terakhir sangat menyengat dan menempel di rambut.

SAHAT SIMATUPANG

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi Hingga 2,5 Meter di Sejumlah Perairan

7 jam lalu

Ilustrasi gelombang tinggi. ANTARA
BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi Hingga 2,5 Meter di Sejumlah Perairan

Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran.


BMKG Perkirakan Hujan Lebat di 29 Provinsi, Waspadai Angin Kencang dan Petir

9 jam lalu

Ilustrasi hujan lebat yang terjadi di Yogyakarta. (FOTO ANTARA/Wahyu Putro A/ed/nz/pri.)
BMKG Perkirakan Hujan Lebat di 29 Provinsi, Waspadai Angin Kencang dan Petir

BMKG juga memasukkan sejumlah wilayah dalam kategori waspada dampak hujan lebat seperti banjir.


BMKG Sebut Gempa M5,1 Pacitan Tidak Merusak dan Berbahaya

11 jam lalu

Peta Gempa Pacitan, 22 April 2024. X.COM/BMKG
BMKG Sebut Gempa M5,1 Pacitan Tidak Merusak dan Berbahaya

Gempa dipicu oleh sesat aktif dasar laut.


Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Publikasi Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen, Prakiraan Cuaca BMKG, Gempa Laut Selatan

12 jam lalu

Ilustrasi jurnal ilmiah. Shutterstock
Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Publikasi Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen, Prakiraan Cuaca BMKG, Gempa Laut Selatan

Topik tentang dosen mendapat skor angka kredit untuk publikasi ilmiah dalam jurnal nasional menjadi berita terpopuler Top 3 Tekno Berita Hari Ini.


BMKG Perkirakan Musim Kemarau 2024 di Wilayah Bandung Raya Mulai Juni

12 jam lalu

Petugas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika  (BMKG) memantau monitor prakiraan cuaca wilayah Jakarta dan sekitarnya di gedung BMKG, Jakarta. TEMPO/Subekti
BMKG Perkirakan Musim Kemarau 2024 di Wilayah Bandung Raya Mulai Juni

Saat ini sebagian wilayah Jawa Barat memasuki masa pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke kemarau.


Video Viral Korban di Sukabumi, BMKG: Ada 8 Sambaran Petir di Sekitar Lokasi

17 jam lalu

Ilustrasi hujan petir. Farmersalmanac.com
Video Viral Korban di Sukabumi, BMKG: Ada 8 Sambaran Petir di Sekitar Lokasi

Dua dari tiga orang yang sedang berteduh dari hujan di sebuah saung warung di Sukabumi tewas karena sambaran petir pada Ahad 21 April 2024.


Gempa Getarkan Pacitan dan Banyak Wilayah Lain di Indonesia Sepanjang Hari Ini

20 jam lalu

Peta Gempa Pacitan, 22 April 2024. X.COM/BMKG
Gempa Getarkan Pacitan dan Banyak Wilayah Lain di Indonesia Sepanjang Hari Ini

Kebanyakan gempa memiliki Intensitas guncangan pada skala III MMI. Ada juga yang IV MMI. Simak data selengkapnya dari BMKG.


Gempa M4,9 di Laut Banda Mengguncang Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

1 hari lalu

Ilustrasi gempa bumi
Gempa M4,9 di Laut Banda Mengguncang Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam slab Lempeng Banda.


Info Terkini Gempa Laut Selatan M4,9 Guncang Pangandaran Sampai Bantul

1 hari lalu

Seismograf gempa bumi. ANTARA/Shutterstock/pri
Info Terkini Gempa Laut Selatan M4,9 Guncang Pangandaran Sampai Bantul

Guncangan kuat terasa di daerah Ciamis dan Pangandaran, Jawa Barat, dengan skala intensitas gempa III MMI.


Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan Mendominasi, Waspadai Petir di Beberapa Wilayah

1 hari lalu

Ilustrasi hujan petir. sciencedaily.com
Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan Mendominasi, Waspadai Petir di Beberapa Wilayah

Masyarakat di Bengkulu, Jambi, Jakarta, Surabaya, dan Banjarmasin agar mewaspadai potensi hujan dengan disertai petir.