Mandiri Ungkap Kebohongan Jilbab Hitam

Selasa, 12 November 2013 | 19:32 WIB

Mandiri Ungkap Kebohongan Jilbab Hitam

TEMPO.CO, Jakarta - Bank Mandiri membuka kebohongan yang dilakukan pemilik akun anonim Jilbab Hitam. Dalam tulisan yang di-posting di Kompasiana Senin kemarin, Jilbab Hitam menyatakan Tempo dan KataData memeras Bank Mandiri karena bank plat merah itu menolak proposal yang diajukan KataData. Padahal, kenyataannya, tidak ada proposal KataData pada Bank Mandiri.

"Kami tidak ada hubungan bisnis dengan KataData, tidak ada proposal yang diajukan dari KataData ke Bank Mandiri," kata Corporate Secretary Bank Mandiri Nixon LP Napitupulu pada Selasa, 12 November 2013, saat berkunjung ke kantor redaksi Tempo di Velbak, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Dalan postingan-nya, pemilik akun Jilbab Hitam menulis bahwa proposal pada Bank Mandiri diajukan KataData untuk "menawarkan jasa solusi komunikasi kepada Bank Mandiri untuk berjaga-jaga apabila isu SKK Migas meluas dan mengaitkan Bank Mandiri sebagai fasilitator aksi suap". Proposal tersebut, kata Jilbab Hitam, kemudian ditolak Bank Mandiri, sehingga muncul berita di majalah Tempo dengan sampul "Setelah Rudi, Siapa Terciprat" edisi 18 Agustus 2013.

Kenyataannya, kata Nixon, tidak ada proposal yang diajukan KataData pada Mandiri. Jika pun ada, satu-satunya proposal dari KataData yang pernah masuk adalah soal penawaran sponsorship buku. Nilai proposal Rp 100 juta tersebut pun ditolak karena Bank Mandiri menilai tidak sesuai dengan pertimbangan bisnis. "Dan proposal itu jauh sebelum kasus Pak Rudy Rubiandini muncul," kata Nixon. 

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan