Close

Kompolnas Curiga Ahmad Dhani Bakal Curangi Polisi  

Senin, 09 September 2013 | 12:28 WIB

Kompolnas Curiga Ahmad Dhani Bakal Curangi Polisi  
Ahmad Dhani. TEMPO/Nurdiansah

TEMPO.CO, Jakarta - Komisioner Komisi Kepolisian Nasional Andrianus Meliala menilai artis Ahmad Dhani akan memakai pengaruhnya untuk melepaskan anaknya yang berumur 13 tahun, Dul, dari persoalan hukum. Dia menuding Dhani diyakini bakal juga menggunakan uangnya. 

Dul, yang mengendarai mobil Mitsubishi Lancer Evo X, terlibat kecelakaan yang menewaskan enam orang dan membuat sembilan lainnya luka berat. "Supaya damai, ujung-ujungnya mendapat sanksi yang minimal," kata Adrianus di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin, 9 September 2013.

Menurut Adrianus, ketenaran dan uang kerap tak membuat kalangan jetset jera terhadap kasus-kasus yang menimpa mereka. Bisa saja, kata dia, mobil penumpang Daihatsu Grand Max, yang jadi korban dalam kecelakaan disalahkan dengan alasan modifikasi, kelebihan muatan, atau ada yang tak beres pada bannya.

Adrianus pesimistis terhadap kinerja polisi jika berkaitan dengan kaum jetset. "Dugaan saya, polisi bakal melunak. Kita ikuti kinerjanya," ujar dia. Banyaknya uang yang dimiliki Dhani, membuat Adrianus khawatir. Bisa jadi, korban dan keluarga korban disogok supaya tenang. "Saya ngerinya seperti itu."

Kecelakaan yang menewaskan enam orang dan menyebabkan sembilan orang luka berat itu terjadi di kilometer 8 tol Jagorawi, Jakarta Timur, arah menuju Cibubur. Diduga kehilangan kendali, AQJ alias Dul yang mengendarai mobil Mitsubishi Lancer Evolution X hitam, menabrak pembatas jalan dan masuk ke jalur berlawanan.

Dul terlibat kecelakaan sekitar pukul 00.45 WIB. Mobil Lancer nomor polisi B 80 SAL yang dikendarai AQJ melewati pembatas jalan sehingga menabrak Granmax B 1349 TFN dan Avanza B 1882 UZJ. Kabar terakhir, enam orang meninggal.

MUHAMMAD RIZKI

Topik Terhangat
Tabrakan Anak Ahmad Dhani | Jokowi Capres? | Miss World | CPNS | Suriah Mencekam


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan