Istri Fathanah Siapkan Lagu Berjudul "PKS"

Minggu, 30 Juni 2013 | 18:23 WIB

Istri Fathanah Siapkan Lagu Berjudul
Sefti Sanustika berjalan keluar dari mobil mewahnya Mercedes-Benz SLK 200 saat tiba memenuhi panggilan pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat, (28/6). TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Sefti Sanustika, istri terdakwa kasus dugaan suap kuota impor daging sapi, Ahmad Fathanah, mengatakan dirinya sedang berfokus untuk menyelesaikan single lagu dangdut miliknya.

"Sekarang bikin video untuk single dulu. Untuk duet, nanti," kata Sefti, di Anjungan Maluku Utara, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Ahad, 30 Juni 2013.

Dia mengatakan, single lagu dangdut yang dinyanyikannya berjudul "Gerimis Terang Bulan". Adapun lagu yang bakal dibawakannya secara duet berjudul "PKS". "Papa Kini Sendiri," ujar Sefti, menjelaskan singkatan lagu duetnya itu.

Selain bernyanyi, Sefti juga memiliki rencana untuk menjadi pemain di sebuah film layar lebar. "Kalau main film sih masih wacana," ucap dia. Menurut Sefti, langkahnya menerima sejumlah "job" di bidang entertainment dimaksudkan untuk mendukung kondisi ekonomi keluarga.

Nama Sefti sudah tidak asing lagi dalam pusaran kasus suap impor daging sapi. Selain sebagai istri Fathanah yang pernah dikucuri sejumlah uang, Sefti juga pernah diminta mengantar sejumlah uang pada tersangka lain, Luthfi Hasan Ishaaq, yang diduga berasal dari PT Indoguna.

Untuk mengantar uang itu, Ibu satu anak ini langsung mengamanatkan perintah suaminya itu pada orang lain. Belakangan, orang lain yang dimaksud Sefti diketahui adalah supir Fathanah, Nurhasan.

Transaksi itu terjadi sekitar Oktober 2012. Antara pukul 13.00-14.00 WIB, Nurhasan mengendarai mobil Alphard putih bersama Sefti. Berangkat dari kediaman Fathanah di Permata Depok, Jalan Berlian 2 H2 Nomor 15, Pondok Jaya, Cipayung, Depok, Sefti meminta Nurhasan mengantarkan bungkusan plastik ke Luthfi yang saat itu menjabat sebagai Presiden Partai Keadilan Sejahtera.

PRIHANDOKO



Baca juga:
Menteri Roy Suryo Marah-marah di Hotel? 

Mun'im Blakblakan Soal Kematian Munir dan Sukarno 

Maradona: Jangan Campur Sepak Bola dengan Politik

Bobotoh Persib Bagi Bunga ke Mobil Plat B

Pengamat: SBY Sengaja Siapkan Pramono Edhie  

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan