Diminta Cari Susno, Kopassus: Bukan Tugas Kami  

Kamis, 02 Mei 2013 | 13:02 WIB

Diminta Cari Susno, Kopassus: Bukan Tugas Kami   
Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayor Jenderal TNI Agus Sutomo. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, JAKARTA  - Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Mayor Jenderal Agus Sutomo mengatakan salah alamat jika Kopassus ditugaskan untuk mencari terpidana kasus korupsi, Komjen (Purn) Susno Duadji. "Itu bukan tugas kami," kata Agus melalui pesan singkat kepada Tempo, Kamis, 2 Mei 2013.

Sebelumnya, tim eksekutor Kejaksaan meminta bantuan agar Komando Pasukan Khusus (Kopassus) bisa ikut melacak keberadaan Susno. "Kami siap bekerja sama bila mereka dilibatkan," ujar Amir Yanto, pelaksana tugas Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Kamis, 2 Mei 2013.

Menurut dia, harus ada langkah-langkah khusus untuk menangkap Susno. Sebab, mantan Kepala Badan Reserse Kriminal ini pandai menghindari pelacakan tim eksekusi. "Harus ada keputusan terhadap itu (keterlibatan Kopassus)," ujar dia.

Kejaksaan dan Markas Besar Polri membentuk tim gabungan untuk mencari Susno. Mantan Kabareskrim Mabes Polri itu seharusnya ditahan karena putusan pengadilan terhadap dirinya sudah berkekuatan hukum tetap. Susno divonis 3 tahun 6 bulan penjara, denda Rp 200 juta, serta uang pengganti Rp 4 miliar. Namun, Susno kabur sehingga Kejaksaan menetapkan mantan Kapolda Jawa Barat itu  sebagai buronan

Namun, Amir menyatakan, belum mengusulkan perlunya keterlibatan Kopassus kepada Jaksa Agung Basrief. Penetapan Susno sebagai buron masih cukup membantu memburu Susno. "Karena dengan status DPO (Daftar Pencarian Orang) semua masyarakat bisa berpartisipasi, kan," kata dia.

TRI SUHARMAN


Topik Terhangat:

Harga BBM |
Susno Duadji | Gaya Sosialita | Ustad Jefry | Caleg


Berita Terpopuler:



Ayu Azhari Sering Ketemu Ahmad Fathanah
Coboy Junior Diadukan ke Komisi Penyiaran 

Tiga Isu Negatif Terkait Akun @SBYudhoyono

Ayu Azhari: Saya Korban Janji Ahmad Fathanah

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan