Close

Mahasiswa NTT Resah PascaInsiden LP Sleman

Senin, 25 Maret 2013 | 11:50 WIB

Mahasiswa NTT Resah PascaInsiden LP Sleman
Petugas Brigade Mobil Polda DIY berjaga di Instalasi Kedokteran Forensik, RSUD Dr. Sardjito, kabupaten Sleman, Yogyakarta, Sabtu (23/3). Autopsi yang dilakukan oleh tim gabungan dari RSUD Dr. Sardjito dan tim Kedokteran dan Kesehatan Polda DIY ini bertujuan untuk meneliti penyebab utama kematian empat tahanan titipan di Lapas II B Cebongan Sleman dan menjadi salah satu bukti penting pengungkapan kasus penyerbuan oleh segerombolan orang bersenjata pada Sabtu (23/3) dini hari. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Yogyakarta - Mahasiswa Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berada di
Yogyakarta ketakutan pasca-penembakan empat tahanan di Lembaga Pemasyarakatan, Cebongan, Sleman.

Nurlaila Usman, sepupu Adrianus Candra Galaga atau Dedi, mengatakan mahasiswa NTT akhir-akhir ini sering mendapat teror melalui pesan singkat. "Kami trauma. Ada teror lewat SMS sehingga beberapa teman tidak berani keluar," kata dia di RSUP Dr. Sardjito, Minggu, 24 Maret 2013.

Nurlaila, yang tinggal tidak jauh dari lokasi rumah sakit, Minggu pagi datang untuk mengurus pengiriman jenazah saudaranya. Ia berembuk bersama sejumlah keluarga dan kerabat tiga korban yang lain. Salah satu warga NTT yang enggan disebut namanya mengatakan muncul
pesan singkat tentang ancaman warga NTT akan di-sweeping. "Bunyi SMS-nya adalah tolong jangan keluar malam karena ada sweeping," katanya. (Baca: Keraton Yogya Berang LP Sleman Diserbu)

SHINTA MAHARANI


Topik Terhangat: Kudeta || Serangan Penjara Sleman || Harta Djoko Susilo || Nasib Anas


Berita Lainnya:

Apa Senjata Pelaku Penyerangan Lapas Sleman
Pemindahan Tahanan ke LP Cebongan Dipertanyakan
Operasi Buntut Kuda Penjara Cebongan Sleman
Jenazah Korban Lapas Sleman Diterbangkan ke NTT
Siapa Tak Trauma Lihat Serangan Penjara Sleman

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan