Bibit Waluyo Sindir Jokowi

Senin, 11 Maret 2013 | 13:25 WIB

Bibit Waluyo Sindir Jokowi
Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo. TEMPO/Arif Wibowo

TEMPO.CO, Surakarta -Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo rupanya masih ingat betul rivalitasnya dengan Joko Widodo, mantan Wali Kota Solo yang kini menjabat Gubernur DKI Jakarta. Bibit pernah mengatakan Jokowi orang bodoh karena menolak pembangunan pusat perbelanjaan di lahan bekas pabrik es Saripetojo.

Saat memberikan sambutan dalam peringatan Dies Natalis Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta ke-37 di Auditorium UNS, Senin, 11 Maret 2013, Bibit mengatakan ada perbedaan besar antara menjadi Gubernur Jawa Tengah dengan Gubernur Jakarta.

"Kalau Gubernur Jakarta kumpulnya sama artis-artis," ujar Bibit sambil menggeleng-gelengkan kepala seperti orang sedang joget. "Sementara kalau Gubernur Jawa Tengah kumpulnya sama sapi," kata Bibit yang disambut tawa tamu undangan. Sejak masih menjabat Wali Kota Solo hingga menjadi Gubernur Jakarta, Jokowi kerap menonton konser sejumlah grup musik, diantaranya  Sepultura, Dream Theater, Lamb of God, Guns 'n Roses, hingga Music Bank.

Seperti diketahui, Bibit dan Jokowi pernah berseteru saat berbeda pendapat tentang rencana penggunaan lahan bekas pabrik es Saripetojo di kawasan Purwosari, Solo. Bibit ingin memakai lahan milik pemerintah Provinsi Jawa Tengah tersebut menjadi pusat perbelanjaan.

Sedangkan Jokowi sebagai Wali Kota Solo saat itu, menolaknya karena di sekitar Purwosari terdapat pasar tradisional. Pembangunan pusat perbelanjaan akan mematikan pasar tradisional. Bibit lantas mengatakan Jokowi bodoh karena sudah menentang rencananya. Sebab, Bibit berpendapat Solo bagian dari Jawa Tengah.

UKKY PRIMARTANTYO


Berita lainnya:

Curhat Rustriningsih Kenapa Tak Lolos Cagub  
Jusuf Kalla: TNI Terlalu Lama Tak Berkegiatan  
Dukungan Polri di Bawah Kemendagri Meluas
Sosiolog: Carikan TNI Pendapatan Tambahan  
Duit Suap Djoko untuk DPR Diberikan di Parkiran

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan