Close

Diyakini Masih Hidup, Kuburan Dibongkar

Rabu, 06 Februari 2013 | 19:32 WIB

Diyakini Masih Hidup, Kuburan Dibongkar
Ilustrasi Makam Kuno. (marclamonthill)

TEMPO.CO, Bima -  Petugas Kantor Kecamatan Rasane Barat, Kota Bima, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, membongkar makam Juniarti alias Antin. Kata Camat Rasanae Barat, Nurjanah, Antin meninggal di usia 14 tahun pada Sabtu, 2 Februari 2013.



"Atas permintaan keluarga, kami bongkar kuburan Atin," kata Nurjanah di sela-sela pembongkaran makam, Rabu, 6 Februari 2013. "keluarga meyakini jika putri mereka sebenarnya masih hidup."



Hartatik, ibu Antin, tidak cuma percaya bila anak perempuannya belum meninggal. Selama empat hari setelah pemakaman Antin, ia pun kerap didatangi seseorang di dalam mimpi. Orang itu mengatakan bila Antin masih hidup. Tak hanya Hartatik saja yang mendapat pengalaman itu. Teman sekolah Antin di SMPN 2 Kota Bima, Reni, juga sering mendapat bisikan soal mayat yang masih hidup. Suara itu mendatanginya tiap malam.



Kabar kecurigaan Antin masih hidup pun menarik perhatian penduduk. Kala petugas membongkar makamnya, ribuan orang saling berdesakan ingin ikut menonton. Sekitar pukul 14.30, petugas kembali membuka lahan kuburan Antin. Selama dua jam menggali, pembongkaran baru selesai pukul 16.30.



Kala itu petugas dan keluarga mendapati jenazah Antin telah berpindah posisi. Yang awalnya miring, barubah menjadi telentang. Menghadap ke atas. Bahkan kedua tangan menjulur ke luar. Teriakan Allahuakbar dan isak tangis pun mewarnai pemandangan itu. Dan berdasarkan rembukan antara penduduk serta aparat desa, jenazah Antin pun kembali dikuburkan.



Menurut Hartatik, Antin masih dalam keadaan koma waktu dikuburkan pada Sabtu lalu. Namun kerabat dan tetangganya mengatakan bila si anak sudah meninggal. "Awalnya anak saya hanya kesurupan di sekolah. Karena kerusupannya lama, ia pingsan," cerita Hartatik di lokasi pembongkaran makam. "Tapi orang-orang menganggapnya sudah mati, padahal cuma pingsan."

AKHYAR M NUR




Baca juga:
Maharani Buka-bukaan Soal Kasus Sapi

Le Meridien Pastikan Maharani Ditangkap di Kamar

Terima Rp 10 Juta, Maharani: Saya Enggak Munafik

Luthfi Hasan Akhirnya Mengaku Kenal Ahmad Fathanah

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan