Maharani Disewa Rp 10 Juta oleh Tersangka PKS?

Kamis, 31 Januari 2013 | 08:26 WIB

Maharani Disewa Rp 10 Juta oleh Tersangka PKS?
Maharani, yang ikut tertangkap dalam operasi Tangkap Tangan KPK usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jakarta, (31/1). TEMPO/Seto Wardhana.

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Maharani Suciyono bersama Ahmad Fathana, staf Luthfi Hasan Ishaq, Selasa, 29 Januari 2013. Sumber Tempo di kalangan penyidik KPK mengatakan Maharani tertangkap dengan Ahmad tanpa berbusana di kamar hotel.

Menurut sumber itu, Ahmad saat diinterogasi mengaku berinisiatif membawa perempuan tersebut ke dalam hotel. Ia menyatakan membayar Maharani senilai Rp 10 juta yang dia ambil dari duit suap tersebut. "Rp 10 juta untuk (Maharani) bersama saya dua jam," ucap Ahmad seperti ditirukan penyidik. Namun nahas, tak sampai dua jam, Ahmad tertangkap.

Kasus tangkap tangan ini menyeret Luthfi sebagai tersangka. Ia diduga menerima suap dari PT Indoguna Utama terkait izin impor daging sapi. Luthfi dan Ahmad kini diinterogasi di KPK. Ahmad ditangkap di Hotel Le Meridien. Ia juga ditetapkan tersangka bersama dua petinggi PT Indoguna yakni Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi. Uang untuk Maharani Rp 10 juta itu diambil dari uang suap Rp 1 miliar.

Maharani ikut digelandang ke KPK mengenakan kaos biru dengan belahan dada rendah dan dibalut blazer hitam. Maharani yang berusia sekitar 20-an tahun itu tampak linglung. Berhembus kabar, Maharani yang mengaku kuliah di salah satu universitas ternama di Jakarta Selatan itu sedang mabuk. Belakangan, Maharani dilepaskan KPK. Simak heboh dan panasnya kisah Maharani di sini.

TRI SUHARMAN

Baca juga:

Skandal Suap PKS, Ada Maharani Sedang Bermesraan
Kurir Suap Daging Ditangkap Bersama Gadis Muda Maharani

Tersangka Suap Daging PKS Sewa Maharani Rp 10 Juta?

Gratifikasi Seks dengan Maharani? Presiden PKS Tersenyum
 

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan