Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Longsor dan Banjir Bandung Telan 4 Nyawa  

image-gnews
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, meninjau kondisi lokasi banjir bandang Cingcin Permata Indah (CPI) Soreang, Kab. Bandung, Jabar, Senin (19/11). ANTARA/Fahrul Jayadiputra
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, meninjau kondisi lokasi banjir bandang Cingcin Permata Indah (CPI) Soreang, Kab. Bandung, Jabar, Senin (19/11). ANTARA/Fahrul Jayadiputra
Iklan

TEMPO.CO, Bandung - Banjir bandang dan longsor di Kabupaten Bandung yang terjadi Ahad malam lalu, 18 November 2012, menelan sedikitnya empat korban jiwa. Dua korban meninggal akibat dihanyutkan banjir dan dua korban lagi meninggal akibat tertimbun longsor.

"Korban longsor di Sungapan, Soreang, dua orang. Korban banjir, satu anak umur 5 tahun di Citaliktik, Desa Cingcin. Tapi kabarnya ada satu lagi korban jiwa akibat banjir di Kecamatan Dayeuh Kolot," ujar Marlan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung di Sungapan, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa petang, 20 November 2012.

Saat dikonfirmasi via pesan pendek, Kepala Polres Bandung, Ajun Komisaris Besar Sandy Nugroho, membenarkan jumlah korban banjir dan longsor tersebut. Melalui Kepala Bagian Operasi Ajun Komisaris Hermansyah, Polres Bandung pun membenarkan bahwa dua korban di antaranya adalah korban longsor. Namun, soal dua korban banjir, keterangan polisi agak berbeda dengan Marlan.

"Korban banjir itu satu di Dayeuhkolot, laki-laki usia 62 tahun. Dia terseret anak Sungai Citarum dan sudah dievakuasi dan dimakamkan. Satu lagi diduga korban dihanyutkan sungai (Sungai Ciwidey) di dekat lokasi longsor di Sungapan," kata Hermansyah saat dihubungi via telefon selulernya.

Dari keempat korban tersebut, dua korban longsor yakni Rostini, 30 tahun, dan putrinya, Siti, 9 tahun, masih dalam pencarian. Pencarian kedua korban dengan alat berat dan anjing pelacak di lokasi jatuhnya longsoran di kampung Sungapan, Jalan Raya Soreang-Ciwidey sejak kemarin hingga siang tadi belum menunjukkan hasil.

Marlan juga menyebutkan bahwa hingga hari ini ratusan orang, termasuk anak balita, masih tinggal di tempat pengungsian akibat banjir yang melanda lima kecamatan pada Ahad malam lalu. Sebagian besar pengungsi ini adalah korban luapan Sungai Citarum di kawasan Cieunteung dan Andir Kecamatan Bale Endah.

"Mereka yang rumahnya rusak dan rawan terkena banjir lagi ini sekarang tinggal di Gedung Kwarcab Pramuka, Gedung Olahraga, dan Gedung Juang di Bale Endah. Jumlahnya sekitar 50-an keluarga,"katanya.

Warga lain yang masih tinggal di pengungsian di antaranya warga Desa Cingcin, korban luapan Sungai Cikasungka, anak Sungai Citarum. "Mereka sementara ini tinggal di Masjid Al Ihwan, Desa Cingcin. Para pengungsi ini sebagain besar adalah warga yang rumahnya dirusak banjir hingga tak bisa dihuni lagi. Ada delapan rumah rusak berat di Cingcin,"katanya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Jumlah warga yang mengungsi ini, kata Marlan, jauh berkurang dari jumlah pengungsi saat banjir bandang terjadi Ahad malam lalu. "Saat kejadian banjir itu ada sekitar 16 ribu orang keluar rumah, yang kebanjiran dan yang mengungsi," katanya.

Namun, setelah banjir surut, sebagian besar warga sudah kembali ke rumah masing-masing. "Sekarang yang masih mengungsi tinggal sekitar 500 orang, termasuk yang di Baleendah dan Cingcin itu," katanya.

Marlan juga menyebutkan, ada puluhan titik rawan bencana banjir dan longsor di Kecamatan Kabupaten Bandung. Titik-titik rawan banjir dan longsor tersebut masing-masing tersebar di 13 wilayah kecamatan.

Daerah rawan banjir meliputi kecamatan Majalaya, Solokan Jeruk, Ibun, Bojongsoang, Rancaekek, Bale Endah, Dayeuhkot, Pameungpeuk, Banjaran, Katapang, Soreang, Kutawaringin, dan Margaasih. Sedangkan daerah rawan longsor ada di Kecamatan Soreang, Kutawaringin, Pasir Jambu, Ciwidey, Rancabali, Arjasari, Cimaung, Kertasari, Pacet, Ibun, Cimenyan, dan Cileunyi.

ERICK P. HARDI

Baca juga:
Banjir dan Longsor Bandung, Dikabarkan 2 Tewas

Banjir di Pusat Kabupaten Bandung, 1 Orang Tewas
Foto-foto Banjir Kepung Bandung
Korban Banjir Depok Tak Sempat Selamatkan Harta
40 Desa Area Pantura Jawa Barat Rawan Banjir

Puluhan Rumah di Bukit Cengkeh II Terendam Banjir

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Resmikan Bendungan Kuwil Kawangkoan, Jokowi Kenang Banjir Manado 2014

19 Januari 2023

Presiden Joko Widodo saat meresmikan Bendungan Kuwil Kawangkoan di Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Kamis, 19 Januari 2022. Biro Setpres
Resmikan Bendungan Kuwil Kawangkoan, Jokowi Kenang Banjir Manado 2014

Jokowi menyebut bendungan Kuwil Kawangkoan ini dibangun sejak 2016, atau dua tahun setelah banjir terjadi di Manado pada 15 Januari 2014.


Ini Analisa BMKG Soal Penyebab Banjir Manado

23 Januari 2021

Kondisi banjir di jalan depan Polda Sulawesi Utara dan Kantor PLN Wilayah Suluttenggo di Kota Manado, Jumat 22 Januari 2021. ANTARA/HO-BPBD Kota Manado
Ini Analisa BMKG Soal Penyebab Banjir Manado

BMKG memberikan analisa terkait hujan lebat yang menyebabkan bencana banjir Manado dan tanah longsor yang terjadi pada Kamis 21 Januari 2021.


Cara Belanda Mendesain Rumah di Kota Manado Tahun 1800-an: Eropa - Tropis

23 Januari 2021

Kondisi banjir di jalan depan Polda Sulawesi Utara dan Kantor PLN Wilayah Suluttenggo di Kota Manado, Jumat 22 Januari 2021. ANTARA/HO-BPBD Kota Manado
Cara Belanda Mendesain Rumah di Kota Manado Tahun 1800-an: Eropa - Tropis

Menilik sejarah bagaimana pemerintah Belanda mendesain ulang rumah di Kota Manado pasca-gempa tahun 1844.


BPBD: Banjir Manado Akibatkan 3 Orang Tewas dan Satu Hilang

23 Januari 2021

Kondisi banjir di jalan depan Polda Sulawesi Utara dan Kantor PLN Wilayah Suluttenggo di Kota Manado, Jumat 22 Januari 2021. ANTARA/HO-BPBD Kota Manado
BPBD: Banjir Manado Akibatkan 3 Orang Tewas dan Satu Hilang

BPBD Kota Manado menyatakan bahwa hingga pukul 22.00 WITA pada Jumat 22 Januari 2021 sebanyak delapan kecamatan terdampak banjir Manado


Banjir Merendam Sejumlah Kelurahan di Manado

22 Januari 2021

Sejumlah warga melihat ombak tinggi yang menerjang pesisir kawasan bisnis di Kota Manado, Sulawesi Utara, Ahad, 17 Januari 2021. Video saat terjadinya ombak tinggi sempat viral di media sosial pada sore hari ini. ANTARA/Adwit B Pramono
Banjir Merendam Sejumlah Kelurahan di Manado

Banjir merendam sejumlah kelurahan di Kota Manado, Sulawesi Utara, pada Jumat sore, 22 Januari 2021.


Status Bendung Katulampa Turun ke 4, Jakarta Dinyatakan Aman

9 Oktober 2019

Ketinggian air di papan mercu air Bendung Katulampa, sejak Rabu 7 Februari 2018 pagi hingga siang, hanya 60 sentimeter atau siaga 4.  Tempo/ M Sidik Permana
Status Bendung Katulampa Turun ke 4, Jakarta Dinyatakan Aman

Kepala UPT Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD Provinsi DKI Jakarta, Iwan Ibrahim menyampaikan status Bendung Katulampa telah turun dari 3 ke 4.


Banjir Manado, Ribuan Pelanggan Listrik Alami Pemadaman

2 Februari 2019

Warga menunjukkan lokasi rumahnya yang tergenang air di Kelurahan Bailang, Manado, Sulawesi Utara, Jumat 1 Februari 2019. Hujan deras sejak Kamis (31/1/2019) sore menyebabkan banjir di sebagian besar wilayah kota Manado dengan ketinggian mencapai 2,5 meter. ANTARA FOTO/Adwit B Pramono
Banjir Manado, Ribuan Pelanggan Listrik Alami Pemadaman

Sebanyak 3.284 pelanggan mengalami pemadaman listrik karena banjir dan longsor yang melanda Kota Manado, Sulawesi Selatan.


Pengungsi Manado Makan Mie, PNS Makan Nasi Padang  

27 Januari 2014

Warga membawa barang miliknya melintasi banjir ketika akan mengungsi ke tempat yang lebih aman di Wenang, Manado, Sulawesi Utara(15/1). Banjir yang datang pada hari Rabu menbuat ribuan warga mengungsi ANTARA/Fiqman Sunandar/ed/Spt/14.
Pengungsi Manado Makan Mie, PNS Makan Nasi Padang  

Sangat bertolak belakang dengan kondisi banyak warga di posko pengungsian yang hanya makan nasi dengan lauk mie instan.


Petambak Udang Subang Rugi Miliaran Akibat Banjir  

22 Januari 2014

Sejumlah warga melintasi banjir di kawasan Pamanukan, Subang, Jawa Barat, Senin (20/1). TEMPO/Aditya Herlambang Putra
Petambak Udang Subang Rugi Miliaran Akibat Banjir  

Udang para petambak di Kabupaten Subang ini merupakan udang


unggul yang didistribusikan ke hotel-hotel di Jakarta dan


Bandung.


Jawa Tengah Selatan Waspadai Banjir  

22 Januari 2014

Warga dibantu tim SAR mengevakuasi sejumlah barang berharga milik penduduk saat banjir melanda Kampung Sewu, Solo, Jateng, Rabu (22/2). ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Jawa Tengah Selatan Waspadai Banjir  

PSDA Jateng mencatat wilayah Banyumas dan Cilacap yang kondisinya rawan, meliputi Kali Serayu, Kliwing, dan Ijotipar.