Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Langganan Longsor, Warga Dieng Akan Direlokasi  

image-gnews
Lokasi bencana tanah longsor di kawasan dataran tinggi Dieng Desa Setieng, Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah, (18/12). TEMPO/Aris Andrianto
Lokasi bencana tanah longsor di kawasan dataran tinggi Dieng Desa Setieng, Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah, (18/12). TEMPO/Aris Andrianto
Iklan

TEMPO.CO, Wonosobo - Bupati Wonosobo Kholiq Arief mengatakan akan merelokasi warga yang berada di Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Wonosobo. Daerah itu setiap tahun langganan longsor. Terakhir, longsor yang membuat banjir lumpur menyebabkan tiga orang tewas dan delapan lainnya masih dicari keberadaannya.

“Kami akan sosialisasikan kepada warga bahwa mereka kami usulkan untuk direlokasi,” terang Kholiq di Posko Penanganan Bencana Tieng Wonosobo, Senin, 19 Desember 2011.

Kholiq mengatakan kawasan dengan luas sekitar 200 hektare di Dataran Tinggi Dieng masuk kategori sangat rawan terjadi tanah longsor. Ia berharap warga mau mengikuti imbauan pemerintah untuk direlokasi rumahnya. Ia sendiri mengaku tidak bisa memaksa warga untuk mengikuti anjuran pemerintah itu.

Ia mengaku sudah menyiapkan lahan di Desa Sambung, Kecamatan Kejajar, untuk lokasi relokasi warga. Lahan tersebut tak jauh dari Desa Tieng, namun dinilai lebih aman dari bencana longsor. Agar warga mau direlokasi, imbuhnya, ia akan meminta bantuan tokoh masyarakat dan tokoh agama agar mau membujuk warga.

Menurutnya, longsor kemungkinan akan terjadi setiap tahun. Tanah Dieng, kata dia, memang sangat rawan longsor karena berada di kemiringan lebih dari 45 derajat.

Sementara, untuk tanggap darurat, ia memutuskan untuk menetapkan waktu tanggap darurat selama 15 hari. Pemerintah dan semua instansi akan terus mencari korban hilang dalam bencana itu.

Sedangkan untuk jalan utama Wonosobo-Dieng, kata dia, mulai pukul 12.00 akan dibuka kembali. Hanya, saat hujan lebih dari satu jam, jalan itu akan ditutup total. “Soal lainnya, yakni logistik pengungsi, kini sudah aman dan tercukupi semua,” ujarnya.

Kepala Dusun Sidorejo Desa Tieng Kejajar Aris Fatoni menambahkan, dari 13 korban, baru tiga yang sudah ditemukan. “Lainnya masih dalam pencarian,” ujarnya, yang ikut mencari dan mengidentifikasi warganya itu.

Korban pertama yakni Triani yang ditemukan pada hari pertama atau Minggu kemarin. Sementara, Mustamit, 52 tahun, dan Ny Basirun, 78 tahun, ditemukan pagi dan siang hari ini. Mustamit ditemukan 20 kilometer dari rumahnya. Petugas juga menemukan potongan kaki dan salah satu bagian kepala, namun keduanya belum bisa diidentifikasi.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dengan demikian, tinggal delapan korban yang belum ditemukan. Delapan orang tersebut, yakni Ikhwadi, Nur Wahyan, Akhmad Nasikhun, Jamiyah Muzaqi, Beni Ishkaq, Yulianti Ishaq, dan Utami.

Kepala Biro Operasional Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Komisaris Besar Muhammad Ghufron, mengatakan, untuk mencari delapan korban lainnya, polisi mengerahkan dua anjing pelacak. “Mereka akan mengendus keberadaan korban dan membantu Tim SAR mencari korban,” katanya.

Koordinator Tim SAR Lembaga Penanganan Bencana Muhammadiyah, Yudo Hadianto, mengatakan pencarian dilakukan di empat titik. “Total ada 80 personel yang diterjunkan untuk melakukan pencarian,” katanya.

Camat Kejajar, Faisal, menambahkan, warganya diimbau untuk mengungsi. “Dalam radius 300 meter dari sungai, kami minta warga untuk mengungsi karena dikhawatirkan adanya longsor susulan,” katanya.

Berdasarkan keterangan Aris Fatoni, longsor di Tieng bukanlah merupakan longsor pertama. “Hampir setiap tahun terjadi longsor,” katanya. Tahun 1986, kata dia, longsor menyebabkan tiga warga tewas. Setelah itu, tahun 2008, longsor menimpa empat rumah, tidak ada korban jiwa.

Tahun 2009, imbuhnya, Jembatan Kejajar putus sepanjang 20 meter. Setelah itu, Januari 2010, longsor menyebabkan enam orang meninggal dan 12 rumah ambruk tertimpa longsor. “Sebelum ini, tepat setahun lalu, longsor menyebabkan tanaman kentang penduduk mati,” ujarnya.

ARIS ANDRIANTO


Iklan

Berita Selanjutnya



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Fakta-fakta Gempa Taiwan, Terbesar Sejak 1999?

10 hari lalu

Foto yang dirilis The Central News Agency (CNA) menunjukkan bangunan runtuh pasca gempa berkekuatan magnitudo 7,4  di Hualien, Taiwan, 3 April 2024. Gempa berkekuatan magnitudo  7,4 melanda Taiwan pada pagi hari tanggal 03 April dengan pusat gempa 18 kilometer selatan Kota Hualien  pada kedalaman 34,8 km, menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).  EPA-EFE/KANTOR BERITA PUSAT
Fakta-fakta Gempa Taiwan, Terbesar Sejak 1999?

Taiwan baru saja dilanda bencana gempa yang memakan korban jiwa dan kerugian materiel. Bagaimana faktanya?


Menilik Jembatan Gantung Akashi Kaikyo di Jepang yang Beroperasi Sejak 26 Tahun Silam

11 hari lalu

Akashi Kaikyo Bridge mempunyai Ketinggian 298,3M, berada di atas Selat Akashi dan menghubungkan kota Kobe di Pulau Honshu sampai Iwaya di Pulau Awaji. Jembatan ini adalah jembatan terpanjang di dunia kategori jembatan gantung, dengan rentang pusat 1.991 meter. panoramio.com
Menilik Jembatan Gantung Akashi Kaikyo di Jepang yang Beroperasi Sejak 26 Tahun Silam

Genap berusia 26 tahun, inilah fakta-fakta jembatan gantung cantik Akashi Kaikyo di Jepang, termasuk tahan gempa bumi hingga 8,5 SR.


Pulau Penyu yang Cantik di Taiwan Ini Runtuh Sebagian setelah Gempa Bumi

13 hari lalu

Guishan Island yang runtuh sebagian setelah gempa Taiwan pada Rabu, 3 April 2024(necoast-nsa.gov.tw)
Pulau Penyu yang Cantik di Taiwan Ini Runtuh Sebagian setelah Gempa Bumi

Wisatawan yang mengunjungi pulau berbentuk penyu di Taiwan ini biasanya mengikuti tur mengamati paus dari April hingga Oktober.


Pulau Jawa Dikepung Sesar Aktif, Berpotensi Gempa

14 hari lalu

Sebaran aktivitas gempa di Pulau Jawa selama 2019-2020. BMKG mencatat wilayah Jawa Barat paling aktif dengan sumber gempa dari zona megathrust maupun sesar. (ANTARA/HO.BMKG)
Pulau Jawa Dikepung Sesar Aktif, Berpotensi Gempa

Ditemukan 75 titik sesar aktif di sepanjang Pulau Jawa. Total sesar aktif di Indonesia mencapai 400.


Info Terkini Gempa Kembali Guncang Laut Jawa M5,2, BMKG Catat 450 Lebih Gempa Susulan

15 hari lalu

Seismograf gempa bumi. ANTARA/Shutterstock/pri
Info Terkini Gempa Kembali Guncang Laut Jawa M5,2, BMKG Catat 450 Lebih Gempa Susulan

Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif di Laut Jawa


Cerita WNI Saat Gempa Mengguncang Taiwan: Syok, Seperti Sedang di Atas Kapal

15 hari lalu

Kondisi di dalam sebuah unit apartemen yang porak-poranda akibat guncangan gempa di New Taipei City, Taiwan, 3 April 2024. REUTERS/Fabian Hamacher
Cerita WNI Saat Gempa Mengguncang Taiwan: Syok, Seperti Sedang di Atas Kapal

Gempa Taiwan dirasakan dampaknya hingga ke Jepang dan Filipina. Seorang WNI yang tinggal di Taiwan menceritakan saat gempa mengguncang.


Taiwan Diguncang Gempa Terkuat dalam 25 Tahun, Satu Tewas Puluhan Luka-luka

15 hari lalu

Ilustrasi gempa bumi
Taiwan Diguncang Gempa Terkuat dalam 25 Tahun, Satu Tewas Puluhan Luka-luka

Gempa bumi berkekuatan lebih dari 7 magnitudo mengguncang Taiwan, Jepang hingga Filipina. Puluhan orang luka-luka, 1 tewas.


Jepang Diguncang Gempa 7,5 Magnitudo, Peringatan Tsunami Berbunyi

15 hari lalu

Seismograf gempa bumi. ANTARA/Shutterstock/pri
Jepang Diguncang Gempa 7,5 Magnitudo, Peringatan Tsunami Berbunyi

Gempa bumi dahsyat mengguncang Okinawa di Jepang. Peringatan tsunami berbunyi meminta warga Okinawa mengungsi.


Gempa M5,2 di Laut Guncang Halmahera Barat, Akibat Deformasi Batuan Lempeng Laut Maluku

19 hari lalu

Seismograf gempa bumi. ANTARA/Shutterstock/pri
Gempa M5,2 di Laut Guncang Halmahera Barat, Akibat Deformasi Batuan Lempeng Laut Maluku

Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya deformasi batuan dalam kerak bumi.


Gempa di Laut M4,7 Guncang Gunungkidul Yogyakarta, Tidak Berpotensi Tsunami

21 hari lalu

Seismograf gempa bumi. ANTARA/Shutterstock/pri
Gempa di Laut M4,7 Guncang Gunungkidul Yogyakarta, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng.