Close

Tersangka Korupsi Menangi Pilkada Lampung Timur  

Kamis, 01 Juli 2010 | 10:51 WIB

Tersangka Korupsi Menangi Pilkada Lampung Timur  
Satono. TEMPO/Zulkarnain
TEMPO Interaktif, Lampung - Satono, tersangka korupsi dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Lampung Timur menang mutlak dalam pemilihan kepala daerah setempat. Satono, yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Daerah Lampung meraup suara 49,87 persen suara. “Suara pasangan Satono—Erwin Arifin menang mutlak,” kata Eko Kuswanto, Direktur Rakata Istitute Lampung, Kamis (1/7).

Hasil penghitungan cepat yang lakukan lembaga itu menunjukan suara pasangan dari jalur perseorangan itu unggul hampir disemua kecamatan. Pengumpul suara kedua diraih pasangan Yusran Amirullah—Bambang Imam Santoso. Pasangan yang disung Partai Demokrat ini meraup 36,41 persen suara, pasangan Noverisman Subing—Sumarno yang diusung PDI Perjuangan meraih 11,51 persen dan pasangan Citra Persada—Yuliansyah yang diusung PAN meraih 6,21 persen.

Kemenangan Satono yang juga calon incumbent itu sudah diprediksi banyak orang. Status tersangka yang disandang tidak membuat rakyat Lampung Timur berpaling. “Dari hasil survey sejumlah lembaga memang tingkat keterpilihannya unggul dibanding calon lain. Tapi untuk menang satu putaran di luar dugaan,” kata dosen Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Radin Intan itu.

Satono hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi tentang kemenangannya.

A. Kohar, jaksa yang memeriksa berkas Satono mengatakan, Kejaksaan Tinggi Lampung telah menyatakan berkas pemeriksaan Satono lengkap dan siap dibawa ke pengadilan. “Saat ini kami masih menunggu penyerahan tersangka dan alat bukti dari Polda Lampung,” kata A. Kohar.

Satono ditetapkan tersangka karena dianggap bertanggung jawab atas raibnya APBD Lampung Timur sebesar Rp 107 miliar yang disimpan di Bank Perkreditan Rakyat Tripanca Setiadana. Setelah BPR itu ditutup Bank Indonesia, dana sebesar itu dipastikan tidak bisa kembali lagi.

NUROCHMAN ARRAZIE

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Berita Terbaru