Close

Suplai Majalah Tempo Edisi Cetak Ulang Belum Lancar

Selasa, 29 Juni 2010 | 09:55 WIB

Suplai Majalah Tempo Edisi Cetak Ulang Belum Lancar
TEMPO Interaktif, Jakarta - Suplai majalah Tempo edisi 28 Juni-4 Juli yang kemarin hilang dari pasaran masih belum lancar. Sejumlah agen mengaku belum mendapatkan majalah edisi cetak ulang dengan cover "Rekening Gendut Perwira Polisi" itu.

"Kami belum dapat majalah Tempo lagi hari ini," kata salah seorang agen koran dan majalah di sekitar terminal Blok M yang enggan disebut namanya, Selasa (29/6).

Menurut dia, pukul 02.00 kemarin, seluruh majalah Tempo dengan liputan utama "Rekening Gendut Perwira Polisi" yang ada di kiosnya diborong oleh orang yang berpakaian safari. Dia menjual majalah Tempo dengan harga sesuai bandrol yaitu Rp 27.000. Pemborong itu lalu memasukkan puluhan majalah Tempo ke dalam sebuah mobil Honda Jazz warna hitam. "Saya keliling ke agen lain, mereka bilang majalah Tempo juga dibeli oleh orang berpakaian safari," ujarnya.

"Saya tidak bisa bilang mereka polisi karena tidak mengenakan seragam. Tapi posturnya mirip orang dari satuan," katanya.

Menurut dia, selang pukul 02.00 hingga 05.00, majalah tempo dibeli dengan harga sesuai bandrol. Namun kemudian datang gelombang kedua pemborong berpakaian safari pada pukul 05.00 - 07.00, membeli majalah Tempo di kios lain dengan harga Rp 50.000. Lepas pukul 07.00, harga melonjak hingga Rp 100.000. "Ada juga agen yang menahan majalah agar tak disalurkan ke pengecer," ujarnya.

Hari ini, kata dia, belum ada orang yang memborong majalah Tempo. Selain karena majalah tersebut belum ada di pasaran, kemungkinan lain karena kejadian kemarin telah ditulis di berbagai media. "Baca aja di semua koran, sudah ada tulisannya," katanya sambil menyodorkan berbagai koran yang ada di kiosnya.

Di kios lain di seputaran Blok M, hanya beberapa penjual yang memiliki majalah Tempo. Itu pun jumlahnya tidak seberapa. Sementara penjual lain mengaku belum mendapat kiriman dari agen utama.

ANTON WILLIAM

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Berita Terbaru