Close

Lima Hari Terjual 2 Ribu Notebook di Surakarta

Kamis, 10 Juni 2010 | 14:26 WIB

Lima Hari Terjual 2 Ribu Notebook di Surakarta
Tempo/Panca Syurkani

TEMPO Interaktif, Surakarta – Penyelenggaraan pameran komputer National IT Expo pada 2-6 Juni  di Surakarta, Jawa Tengah, di luar dugaan dengan berhasil melampaui target penjualan sebesar Rp 10 miliar. Ketua penyelenggara pameran Edy Poerwanto mengatakan dari segi pengunjung juga melebihi harapan.

“Kami menargetkan pengunjung yang datang 50 ribu orang. Ternyata ada 55 ribu yang hadir saat pelaksanaan pameran,” ungkapnya kepada wartawan, Kamis (10/6).

Dia menjelaskan, penjualan terbanyak tetap didominasi netbook atau notebook, yaitu berhasil terjual sekitar 2 ribu unit sepanjang pameran. Merek yang banyak terjual seperti Acer, Hewlett Packard, dan Dell. “Memang netbook dan notebook masih banyak peminatnya,” tuturnya.

Dalam pameran tersebut, pihaknya mengadakan undian berhadiah untuk menggaet pembeli. Terutama agar mau membeli di lantai dua pameran yang selama ini sering sepi pengunjung. “Setelah ada undian berhadiah notebook dan kamera digital setiap hari di lantai dua, pengunjung mulai banyak,” tambahnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) Surakarta Andoko mengaku awalnya pesimistis penjualan komputer akan seramai ini. Dia memprediksi dengan ekonomi yang masih belum membaik dan dibarengi dengan masa penerimaan siswa baru, pameran akan sepi pengunjung dan minim transaksi.

“Ternyata target transaksi dan pengunjung terlampaui. Prediksi saya meleset,” katanya. Bahkan pihaknya sengaja mengadakan undian berhadiah sepeda motor, notebook, dan kamera digital untuk menarik pembeli. “Tapi terbukti masyarakat membeli bukan karena ada hadiahnya, tapi karena kebutuhan,” ucapnya.

Pameran komputer berikutnya akan diadakan akhir September mendatang. Andoko mengatakan belum memastikan apakah akan ada undian berhadiah lagi. “Masih akan kami evaluasi dari penyelenggaraan sebelumnya,” katanya.

UKKY PRIMARTANTYO

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Berita Terbaru