Warga Cianjur Selatan Protes Penambangan Pasir

Selasa, 04 November 2008 | 16:48 WIB

Warga Cianjur Selatan Protes Penambangan Pasir

TEMPO Interaktif, CIANJUR:- Ratusan warga dua kecamatan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat hari ini, Selasa (4/11) mengeruduk Kantor Kecamatan Sindangbarang. Mereka memprotes masih maraknya penambangan pasir besi di sejumlah lokasi di wilayah mereka yang terletak di  pesisir pantai selatan atau berjarak sekitar 120 kilometer ke arah selatan kota Cianjur tersebut.

Koordinator aksi para warga, Rahmat mengatakan aksi yang semula berjalan tertib itu sempat memanas hingga terjadi lempar-lemparan. Meskipun sudah dijaga ketat oleh Satuan Pengendali Massa dari Kepolisian Resor Cianjur, aksi lempar-lemparan sempat mengakibatkan kaca Kantor Kecamatan Sindangbarang pecah.

Menurut Rahmat, aksi massa menuntut agar Bupati Cianjur segera mencabut izin penambangan pasir besi di kedua kecamatan itu. Pasalnya, penambangan yang dilakukan secara besar-besaran itu telah mengakibatkan kerusakan lingkungan. "Selain itu, penambangan dilakukan tanpa melibatkan warga sekitar. Malah kebanyakan praktik penambangan itu dilakukan tanpa izin alias liar," ujar dia.

Warga juga minta pemerintah menutup lokasi penambangan pasir besi tersebut. Mereka meminta Bupati Cianjur melindungi kepentingan masyarakat, terutama dalam melindungi sumber daya alam serta lingkungan. "Kalau eksploitasi itu terus dilakukan, kami khawatir terjadi abrasi pantai serta kerusakan lebih parah," imbuh dia.

Camat Sindangbarang tak terlihat di kantornya. Sejumlah petugas kecamatan meminta mereka menyampaikan tuntutan mereka ke kabupaten.

Aksi mereka akhirnya dibubarkan Dalmas Polres Cianjur. Pembubaran massa terpaksa dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya bentrokan karena pengelola penambangan pasir besi juga sudah mengumpulkan massa tandingan dalam jumlah yang lebih banyak. Sebelumnya, para pendemo memaksa aparat untuk mendatangi lokasi penambangan sekaligus menutupnya. Namun upaya tersebut tidak terjadi karena aparat dari kepolisian serta Satpol PP tidak bersedia memenuhi tuntutan mereka.

Deden Abdul Aziz

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan