Ketua ICMI Tak Setuju Patung di Kelenteng Tuban Dirobohkan

Reporter

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Tuban, Jawa Timur, menutup patung Dewa Perang Kongco Kwan Sing Tee Koen dengan kain putih di Kelenteng Kwan Swie Bio, 6 Agustus 2017. Penutupan patung dilakukan karena adanya penolakan dari sejumlah elemen masyarakat. ANTARA/Aguk Sudarmojo

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie, tidak setuju apabila patung jenderal perang Cina, Kwan Sing Tee Koen atau patung Guan Yu di Kelenteng Kwan Sing Bio, Tuban, Jawa Timur, dirobohkan. Alasannya, masyarakat tidak berhak merobohkan sesuatu hanya karena tidak sependapat.

Yang penting, kata Jimly, patung itu tidak digunakan untuk upacara dan dibiarkan dalam keadaan terbungkus seperti sekarang.  "Kalau sampai harus dirobohkan, itu salah. itu harus dicegah. Tidak boleh. karena tidak ada hak warga masyarakat yang berbeda pendapat merobohkan hak orang sepanjang itu udah ada izin, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Jimly Asshiddiqie kepada wartawan di Kantor Pusat Kegiatan ICMI, Jakarta, Rabu, 9 Agustus 2017.

Baca juga: Massa di Jatim Demo Tuntut Patung di Kelenteng Tuban Dirobohkan

"Kecuali memang ada masalah dalam pembangunannya; tidak ada izin dan sebagainya. tapi yang bertindak tidak boleh masyarakat, harus aparat penegak hukum. jadi tetep masyarakat dari Surabaya, dari mana-mana, itu harus bersabar, jangan bertindak main hakim sendiri," katanya.

“Ini kan sudah dibangun, udah tanggung, dari sejuta masalah yang kita hadapi di Indonesia sekarang, ini ada patung sudah berdiri, ya sudahlah, gak usahlah harus dirobohkan," kata Jimly.

Ia berharap, ulama di Jatim bisa meredakan kelompok penentang patung. “Sebaiknya tokoh-tokoh masyarakat umat Islam di Jawa Timur membantu meredakan umat, jangan dirobohkan,” kata Jimly. 

Menurut Jimly, kontroversi seputar patung setinggi 30 meter tersebut bisa dijadikan pelajaran bagi semua. “Saya rasa ini harus jadi pelajaran bagi semua tokoh,” kata Jimly.

Jimly menyebutkan bahwa sense of crisis atau sensitivitas semua tokoh yang terlibat adalah bahan pelajaran yang penting. Baik dari kaum minoritas dan kaum mayoritas harus menjaga ketenangan, karena itu adalah maksud utama dari toleransi.

Patung Guan Yu, menurut massa dari gabungan lembaga swadaya masyarakat yang berdemonstrasi memprotes keberadaanya Senin lalu, tidak ada kaitan sejarah dengan bangsa Indonesia.

Baca juga: Pemuda Khonghucu Tolak Patung di Kelenteng Tuban

Patung yang berdiri di wilayah tempat beribadah itu dinilai merupakan salah satu bentuk penjajahan Cina di Indonesia. Massa datang hampir satu bulan setelah patung yang kini ditutup dengan kain putih itu diresmikan pada 17 Juli 2017 oleh Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan.

Guan Yu sendiri merupakan jenderal yang turut membangun negara Shu Han pada masa Tiga Kerajaan di Cina. Adapun patung tersebut masih berstatus sengketa karena, menurut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Tuban Hari Sunarno, IMB belum bisa dikeluarkan karena masalah hukum pada kepengurusan kelenteng lama dan baru.

STANLEY WIDIANTO






Top Nasional: Megawati, SBY dan JK Duduk Satu Meja di Gala Dinner KTT G20, 26 Mahasiswa Ditangkap saat Demo

11 hari lalu

Top Nasional: Megawati, SBY dan JK Duduk Satu Meja di Gala Dinner KTT G20, 26 Mahasiswa Ditangkap saat Demo

Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla, Try Sutrisno, dan Hamzah Haz menghadiri jamuan makam malam KTT G20 di Kawasan GWK Bali


Demo Respons KTT G20, 26 Mahasiswa di Lombok DItangkap

11 hari lalu

Demo Respons KTT G20, 26 Mahasiswa di Lombok DItangkap

26 mahasiswa massa aksi Indonesian People's Assembly (IPA) Wilayah NTB ditangkap Kepolisian saat menggelar aksi merespons KTT G20 di Bali


KIKA Desak Rektor UBB Cabut Sanksi Skorsing terhadap 131 Mahasiswa

12 hari lalu

KIKA Desak Rektor UBB Cabut Sanksi Skorsing terhadap 131 Mahasiswa

Alasan pemberian sanksi skorsing perkuliahan kepada mahasiswa UBB karena berkegiatan melewati jam yang dijadwalkan dan berdemonstrasi


Aktivis Iran Serukan Demonstrasi Besar-besaran pada 15 November

13 hari lalu

Aktivis Iran Serukan Demonstrasi Besar-besaran pada 15 November

Gelombang protes di Iran pada 2019, yang dikenal dengan "November Berdarah", dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar sebesar 200 persen.


Imigrasi Koordinasi dengan Kedutaan soal WNA Asal Cina Ditangkap karena Hendak Demo KTT G20

14 hari lalu

Imigrasi Koordinasi dengan Kedutaan soal WNA Asal Cina Ditangkap karena Hendak Demo KTT G20

Imigrasi menangkap dua orang warga negara asing asal tiongkok pada Jum'at 11 November 2022 karena hendak demo protes KTT G20


Nasabah Desak Bumiputera Bayar Klaim: Kita Bukan Pengemis, Kita Tuntut Hak yang Dizalimi

17 hari lalu

Nasabah Desak Bumiputera Bayar Klaim: Kita Bukan Pengemis, Kita Tuntut Hak yang Dizalimi

Para nasabah asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 kembali menuntut pembayaran klaim pemegang polis yang telah tertunda bertahun-tahun.


Massa Aksi 411 Tuntut Jokowi Mundur Berakhir Damai Bakda Magrib

22 hari lalu

Massa Aksi 411 Tuntut Jokowi Mundur Berakhir Damai Bakda Magrib

Kapolres Jakarta Pusat Kombes Komarudin memantau demonstrasi massa Aksi 411 hingga membubarkan diri bakda magrib tadi.


Massa Aksi 411 Tuntut Jokowi Mundur Bertahan Hingga Magrib Tadi di Patung Kuda

22 hari lalu

Massa Aksi 411 Tuntut Jokowi Mundur Bertahan Hingga Magrib Tadi di Patung Kuda

Massa Aksi 411 tetap bertahan di bawah guyuran hujan dan menggelar salat berjemaah di lokasi demonstrasi. Tuntut Jokowi mundur.


Bamsoet Dukung Pelaksanaan National Leadership Camp ICMI

25 hari lalu

Bamsoet Dukung Pelaksanaan National Leadership Camp ICMI

National Leadership Camp ICMI diharapkan dapat membentuk kader ICMI yang berwawasan kebangsaan.


Aparat dan Massa BEM SI Saling Dorong di Patung Kuda

29 hari lalu

Aparat dan Massa BEM SI Saling Dorong di Patung Kuda

Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar unjuk rasa di Kawasan Patung Kuda dan menyampaikan 19 tuntutan ke pemerintah