Muhaimin PKB Minta Khofifah Urung Maju Pilkada Jatim, Kenapa?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa membacakan surat Kartini pada acara

    Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa membacakan surat Kartini pada acara "Panggung Para Perempuan Kartini" di Museum Bank Indonesia, Kota, Jakarta, 11 April 2017. Kegiatan istimewa ini digelar TEMPO dalam memperingati Hari Kartini. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar berharap Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengurungkan niatnya untuk maju di Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018. Sebelumnya, PKB dua kali mendukung Khofifah bertarung di Pilkada Jatim melawan Soekarwo, yang berpasangan dengan Syaifullah Yusuf, pada 2008 dan 2013.

    Baca : Kunjungi Pesantren di Jember, Khofifah Didoakan Jadi Gubernur

    "Sudah cukup tidak perlu pecah lagi saatnya bersatu, ini imbauan. Kalau tetap mau maju silahkan sebagai hak individual," kata Cak Imin di Hotel Acacia, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin, 7 Agustus 2017. 

    Menurut Muhaimin, PKB akan berusaha mendorong Gus Ipul dan Khofifah berpasangan. "Tetapi susah untuk Khofifah mau menjadi wakil," ujarnya.

    Menurut Cak Imin, Khofifah sudah tak sekuat dulu saat maju dua kali di periode sebelumnya. PKB mengajaknya bersatu di Pilgub Jatim 2018. "Makanya saya ingatkan, jangan memaksakan diri, lebih baik bersatu daripada kita nanti pecah dan kalah juga dia," ujarnya.

    Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memberi sinyal  kuat bahwa dirinya hampir pasti maju dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018. Menurut Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama itu sudah ada beberapa partai politik yang siap mengusungnya sebagai calon gubernur. 

    "Ada beberapa partai yang sudah mengkonfirmasi, Insya Allah akan bersama-sama ikut dalam Pilgub Jatim. Ya nantilah, pada saatnya teman-teman media akan saya kabari," kata Khofifah.

    Khofifah mengibaratkan posisinya di pemilihan gubernur bukan lagi sebatas check sound, melainkan sudah mencapai tahap penyamaan frekuensi. Artinya, Khofifah sudah pada tahap memaksimalkan komunikasi antar parpol.

    "Check sound sudah. Sekarang saatnya menyamakan frekuensi. Kalau frekuensi sama, orkestra itu bisa bagus kan?" ujar dia.  

    Soal jabatannya sebagai menteri, Khofifah menilai bukanlah kendala. Ia siap mundur dari jabatan itu jika sudah diputuskan akan maju dalam pemilihan gubernur. Dia mengakui hingga kini belum berbicara dengan Presiden Joko Widodo. Restu Jokowi baru akan diminta apabila tiba saat yang tepat.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?