Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Susuri Papua, Ada Simbol Kopassus di Rumah Panglima TPN-OPM

image-gnews
Lambert Pekikir, pemimpin Organisasi Papua Merdeka (OPM). TEMPO/Jerry Omona
Lambert Pekikir, pemimpin Organisasi Papua Merdeka (OPM). TEMPO/Jerry Omona
Iklan

TEMPO.CO, Arso  -Suara seorang wanita berbicara di telepon. “Ibu sudah sampai mana. Jadi siang ini ke rumah , tahu jalannya?” kata wanita itu kepada Tempo, Rabu, 16 Desember 2015. Butuh waktu sedikitnya  2 jam dari Jayapura menuju distrik Arso, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua.

Keerom merupakan kabupaten yang berbatasan langsung dengan wilayah Papua Nugini. Di kawasan ini tinggal satu panglima Tentara Pembebaan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) Lambert Pekikir, usianya berkisar 60 tahun.

Jalan yang menghubungkan Jayapura – Keerom  mulus, hampir tak ada kubangan lumpur atau aspal yang terkelupas.  Sisi kanan dan kiri jalan nampak hutan belantara dan perkebunan sawit, dan semakin mendekati Arso dipenuhi tanaman pisang.

Sepanjang jalan hanya beberapa kendaraan yang melintas. Sepi. Tempo menghitung sekitar enam pos penjagaan aparat TNI berada di sisi dan kanan jalan. Aparat TNI berjaga-jaga dari posnya yang dibangun di tempat yang lebih tinggi dari jalan. Beberapa aparat nampak duduk sambil menyeruput minuman.

Rumah Lambert Pekikir, tak jauh dari jalan lintas kabupaten. Tepatnya di Kampung Workwana, Distrik Arso. Beberapa pria tampak sibuk membangun rumah dan memperbaiki saluran air pemilik rumah. Sedikitnya empat rumah berdiri di atas tanah.

Seorang perempuan mengenakan daster batik Papua tanpa lengan muncul dari satu rumah. Dia tersenyum dan mengajak Tempo masuk ke rumah yang disebutnya rumah anaknya. Di dalam seorang bocah perempuan sedang bermain.”Ini anak bungsu mama. Mama istri Pak Lambert. Mama tadi yang telepon,” ujar Rosalia Maniger, 40 tahun.

Dalam keseharian warga Papua menyapa perempuan dewasa sebagai “mama” sebagai sapaan hormat. Rosalia   menjelaskan, suaminya  sudah beberapa hari memilih masuk hutan. Lambert beralasan dirinya tak mau dimintai pendapat oleh siapapun terkait dengan hasil pemilihan kepala daerah serentak di Papua. “Bapak sering jadi tempat meminta pendapat oleh mereka yang mau pilkada, Bapak tidak mau lagi,” ujarnya.

Di dinding rumah , ada beberapa foto  Lambert di ruang tamu . Satu di antaranya Lambert berfoto bersama sejumlah orang dengan dilatari gedung Sarwo Edhie di markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur.  Simbol Kopassus berupa pisau kecil dan simbol Pancasila dipajang di dinding rumah keluarga Lambert Pekikir.  Rosalina hanya tersenyum ketika Tempo memperhatikan foto-foto tersebut.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Rosalia irit bicara tentang sepak terjang suaminya setelah berhasil didekati Kopassus untuk kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia.  Menurut seorang perwira intelijen Kopassus yang bertugas di Papua, Lambert dibawa berkunjung ke markas besar pasukan elit itu pada tahun 2013.

“Kita yakinkan dia untuk kembali ke NKRI. Lagipula usia sudah tua, , tentu tidak kuat lagi tinggal di dalam hutan. Kita bantulah asalkan dia dukung NKRI,” kata perwira intelijen Kopassus itu kepada Tempo.

Sejumlah pemimpin TPN-OPM yang bertahun-tahun menentang Indonesia, ujarnya, kini berbalik mendukung NKRI. TNI, ujarnya, mengubah pendekatan di Papua dari operasi militer ke pendekatan kesejahteraan seperti membangun rumah keluarga TPN-OPM, membangun infrastruktur, dan bantuan penyediaan sembako, dan kesehatan.

Namun pendekatan kesejahteraan, belum sepenuhnya mampu mengajak turun para panglima TPN-OPM yang bergerilya di hutan-hutan di Papua hingga perbatasan. Panglima TPN-OPM wilayah Puncak Jaya, Gholiat Tabuni sampai saat ini memilih menutup komunikasi dengan pemerintah Indonesia. Panglima TPN-OPM yang disegani oleh panglima TPN-OPM lainnya, Richard Joweni hingga akhir hayatnya menolak berkompromi dengan pemerintah Indonesia.

“Struktur komando TPN-OPM terbaik dibawa pimpinan Richard Joweni, “ kata Ketua Komnas HAM perwakilan Papua, Fritz Ramande kepada Tempo.  Dan, pilihan Lambert , ujarnya, diduga lebih pada latar belakang faktor usia dan ekonomi . Dan, Lambert  diyakini memilihnya dengan kesadaran penuh.

MARIA RITA

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

UU Otonomi Khusus Digugat ke MK, Tafsir Orang Asli Papua Disoal

9 hari lalu

Koordinator utama tim advokasi konstitusi dan demokrasi, Amis Yanto Ijie dan anggota DPRD Provinsi Papua Barat, Agustinus R Kambuaya ajukan uji materiil Undang-Undang otonomi khusus untuk Papua di kantor Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat pada Senin, 15 Juli 2024. TEMPO/Desty Luthfiani.
UU Otonomi Khusus Digugat ke MK, Tafsir Orang Asli Papua Disoal

UU Otonomi Khusus Papua dinilai menghilangkan hak konstitusional orang asli Papua.


TNI Tembak Mati Anggota KKB di Papua, Salah Satunya Pembelot

37 hari lalu

Petugas Gabungan Buru KKB Pembakar Sekolah di Intan Jaya Papua Tengah
TNI Tembak Mati Anggota KKB di Papua, Salah Satunya Pembelot

Danis Murib disebut pembelot atau desertir TNI yang memilih kabur dari tugas operasi dli Papua.


TNI Klaim Telah Rebut Wilayah OPM saat Kejar Pelaku Pembakaran Pria Makassar di Paniai

38 hari lalu

Suasana pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RUSD) di Jalan Raya Madi, Badauwo, Paniai Timur, Paniai, Papua Tengah, dipaksan kosongkan rumah sakit pada Ahad, 26 Mei 2024. Keluarga memboyong pasien keluar diduga atas desakan aparat TNI-Polri. Dok. Istimewa
TNI Klaim Telah Rebut Wilayah OPM saat Kejar Pelaku Pembakaran Pria Makassar di Paniai

TNI mengklaim telah mengambil alih wilayah yang dikuasai OPM, saat mereka mengejar pelaku pembunuhan dan pembakaran warga asal Makassar di Paniai


Komnas HAM Sebut Kekerasan di Papua Masih Terus Berlanjut

50 hari lalu

Front Mahasiswa Papua Peduli Korban Kekerasan menggelar malam solidaritas di Patung Kuda, Jakarta, Jumat, 16 September 2022. Malam solidaritas tersebut digelar untuk mengenang empat warga Papua yang menjadi korban mutilasi oleh aparat Tentara Nasional Indonesia. TEMPO / Hilman Fathurrahman W
Komnas HAM Sebut Kekerasan di Papua Masih Terus Berlanjut

Komnas HAM Papua mencatat sebanyak 41 kasus kekerasan terjadi di berbagai wilayah di Tanah Papua, pada periode 1 Januari hingga 1 Juni 2024.


Kronologi Pembunuhan Warga Sipil di Intan Jaya yang Diduga Dibunuh KKB

19 Mei 2024

Pasukan TPNPB OPM di Kampung Pogapa, Intan Jaya, Papua Tengah. Dokumentasi TPNPB.
Kronologi Pembunuhan Warga Sipil di Intan Jaya yang Diduga Dibunuh KKB

Lokasi pembunuhan Boki Ugipa berada di wilayah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Lewis Kogoya.


Peneliti BRIN: Otsus Papua Tidak Selesaikan Masalah

29 April 2024

Mahasiswa Papua melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, 7 April 2021. TEMPO/Prima Mulia
Peneliti BRIN: Otsus Papua Tidak Selesaikan Masalah

Otsus Papua bukan merupakan penyelesaian atau resolusi konflik Papua.


Pakar Sebut Inisiatif Panglima TNI Ubah Istilah KKB Jadi OPM Tidak Memilki Arti

15 April 2024

Panglima TPNPB Kodap VIII Intan Jaya Brigadir General Undius Kogeya bersama pasukannya. Sumber: TPNPB OPM
Pakar Sebut Inisiatif Panglima TNI Ubah Istilah KKB Jadi OPM Tidak Memilki Arti

Perubahan istilah KKB menjadi OPM justru berpotensi meningkatkan eskalasi konflik di Papua


TNI Kejar Pelaku Pembunuhan Danramil Aradide Papua yang Tewas Ditembak OPM

15 April 2024

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigadir Jenderal Kristomei Sianturi saat ditemui di Polda Metro Jaya, Rabu, 10 Januari 2024. Tempo/M. Faiz Zaki
TNI Kejar Pelaku Pembunuhan Danramil Aradide Papua yang Tewas Ditembak OPM

TNI masih melakukan pengejaran terhadap pelaku pembunuhan Letda Inf Oktovianus Sogalrey.


Anggota Komisi I Sebut Istilah OPM Lebih Realistis tapi Berdampak Politis

14 April 2024

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin. Foto: Runi/nr
Anggota Komisi I Sebut Istilah OPM Lebih Realistis tapi Berdampak Politis

Penyebutan nama OPM bisa berdampak negatif lantaran kurang menguntungkan bagi Indonesia di luar negeri.


Setelah Kebakaran SD Inpres, Polisi Sebut Ada Percobaan Pembakaran SD Negeri di Yahukimo

14 Maret 2023

Warga Yahukimo tewas, diduga ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata  (KKB) Rabu malam 8 Maret 2023. FOTO: dokumentasi  Humas Polda Papua
Setelah Kebakaran SD Inpres, Polisi Sebut Ada Percobaan Pembakaran SD Negeri di Yahukimo

Arief Kristanto mengatakan ada percobaan pembakaran terhadap SD Negeri Dekai, Jalan Seredala, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua.