Jumat, 16 November 2018

Agus Rahardjo Ketua KPK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan Capim KPK bersama Komisi III DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 16 Desember 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Calon pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan Capim KPK bersama Komisi III DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 16 Desember 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Agus Rahardjo terpilih menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi periode 2015-2019 setelah Komisi Hukum DPR melakukan voting dua kali.

    "Baik Bapak, Ibu, berdasarkan suara, maka Ketua KPK adalah Agus Rahardjo 44, Irjen Basaria Panjaitan memperoleh 9 suara dan Saut Situmorang memperoleh 1 suara. Dengan demikian Ketua KPK untuk masa bakti 2015-2019 ditetapkan saudara Agus Raharjo" kata Ketua Komisi III Azis Syamsuddin di Kompleks Parlemen Senayan pada Jumat 15 Desember 2015.

    Setelah menentukan Ketua KPK, ucap Aziz, Komisi Hukum akan membawa nama-nama tersebut ke rapat paripurna. Komisi Hukum melakukan voting sejak pukul 18.15 WIB. Sebanyak 54 anggota Komisi Hukum memilih kandidat pilihan mereka.

    Baca juga: Cara Agus Rahardjo Pangkas Sisa Anggaran jika Lolos Jadi KPK

    Sebelumnya, lima nama yang lolos untuk voting tahap kedua adalah Agus Rahardjo dengan 53 suara, Basaria Panjaitan 51 suara, Alexander Marwata 46 suara, Saut Situmorang 37 suara, dan Laode Muhammad Syarif 37 suara.

    Sedangkan Johan Budi Sapto Pribowo yang mendapat 25 suara, Robby Arya 14 suara, Sujanarko 3 suara, Busyro Muqqodas 2 suara, dan Surya Tjandra 0 suara harus tereliminasi.

    DESTRIANITA K.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.