Kritik Keras Soeharto, Ben Anderson Pernah Dideportasi  

Reporter

Editor

Anton Septian

Profesor Benedict Anderson dari University of Cornell saat memberikan kuliah Umum di FIB UI, Jakarta, 10 Desember 2015. TEMPO/Frannoto

TEMPO.CO, Jakarta - Benedict Richard O'Gorman Anderson atau Ben Anderson, ahli Indonesia dari Universitas Cornell, Amerika Serikat, menutup mata pada usia 79 tahun. Tokoh yang lahir di Kunming, Tiongkok, ini adalah salah satu cendekiawan yang pemikirannya turut mempengaruhi teori-teori tentang Indonesia. Pemikirannya yang kritis sempat membuatnya dilarang untuk menginjakkan kaki di Indonesia pada era Presiden Soeharto.

Tempo edisi 15 Agustus 1981, menceritakan pengalaman Ben Anderson ditolak masuk ke Indonesia oleh petugas imigrasi. Alasannya sederhana: ia dianggap terlalu sering mengecam pemerintah Indonesia terutama soal Timor Timur.

Pada 2 Agustus, ketika ia menginjakkan kakinya di Halim Perdanakusuma, Anderson diminta untuk kembali terbang meninggalkan Indonesia. Menurut Kepala Humas Imigrasi saat itu, Subagio, ia diterbangkan kembali karena terlalu keras mengkritik pemerintah Indonesia.

Padahal Anderson telah mengantongi izin visa dari pemerintah. Namun, karena dianggap masih terus 'menjelek-jelekkan' Indonesia, ia pun kembali dilarang masuk. Seorang perwira tinggi yang diwawancarai Tempo saat itu juga menganggap Anderson lebih layak disebut politikus dibandingkan ilmuwan.

Anderson bersama Ruth McVey termasuk di antara sekelompok sarjana yang menyusun suatu makalah yang terkenal sebagai Cornell Paper. Makalah ini berisi analisis tentang peristiwa G30S, dan menyimpulkan bahwa G30S adalah persoalan internal angkatan darat dan Partai Komunis Indonesia dianggap tidak terlibat.

Benedict Anderson meninggal dunia pada Minggu dinihari, 13 Desember 2015, di Batu, Jawa Timur. Ben ke Indonesia untuk mengisi kuliah umum bertema anarkisme dan nasionalisme di kampus Universitas Indonesia, Depok, Kamis, 10 Desember 2015. Kegiatan ini diselenggarakan penerbit Marjin Kiri, Program Studi Filsafat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, dan majalah Loka.

PDAT | MAWARDAH NUR HANIFIYANI






Eks Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan Meninggal, Keluarga Besar PAN Berduka

11 hari lalu

Eks Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan Meninggal, Keluarga Besar PAN Berduka

Zulhas menyebut PAN adalah partai pertama dan terakhir sebagai tempat perjuangan politik Taufik Kurniawan.


Sri Mulyani Kenang Bambang Subianto: Melalui Dia, Saya Belajar Tangani Krisis

30 hari lalu

Sri Mulyani Kenang Bambang Subianto: Melalui Dia, Saya Belajar Tangani Krisis

Sri Mulyani mengenang jasa-jasa dan kedekatannya dengan Bambang Subianto, menteri keuangan periode 1998-1999 yang kemarin wafat.


Bukan Covid-19, Keluarga Bilang Penyebab Kematian Azyumardi Azra Serangan Jantung

19 September 2022

Bukan Covid-19, Keluarga Bilang Penyebab Kematian Azyumardi Azra Serangan Jantung

Informasi yang diterima keluarga dari pihak rumah sakit, almarhum Azyumardi Azra meninggal akibat serangan jantung.


SBY Kenang Jasa Hermanto Dardak Bangun Infrastruktur Negeri

21 Agustus 2022

SBY Kenang Jasa Hermanto Dardak Bangun Infrastruktur Negeri

SBY menyampaikan dukacita mendalam terhadap wafatnya Hermanto Dardak.


Tiba di Indonesia, Jokowi Langsung Takziah ke Keluarga Tjahjo Kumolo

2 Juli 2022

Tiba di Indonesia, Jokowi Langsung Takziah ke Keluarga Tjahjo Kumolo

Jokowi menyebut Tjahjo Kumolo sebagai pribadi yang tenang dan sederhana. Menurut Jokowi, Tjahjo Kumolo merupakan seorang tokoh teladan.


KH Dimyati Rois Wafat, Jokowi: Abah Dim Teladan Kita Semua

10 Juni 2022

KH Dimyati Rois Wafat, Jokowi: Abah Dim Teladan Kita Semua

Menurut Jokowi, Dimyati merupakan ulama besar yang berpengetahuan luas, tawadu, penuh kesederhanaan, disegani, dan dihormati berbagai kalangan.


Mustasyar PBNU KH Dimyati Rois Berpulang

10 Juni 2022

Mustasyar PBNU KH Dimyati Rois Berpulang

Pada Muktamar Ke-33 NU di Jombang, Jawa Timur Tahun 2015, Kiai Dimyati juga terpilih sebagai salah satu dari sembilan Anggota Ahwa PBNU.


Presiden Sheikh Khalifa bin Zayed Meninggal, UEA Umumkan Masa Berkabung 40 Hari

14 Mei 2022

Presiden Sheikh Khalifa bin Zayed Meninggal, UEA Umumkan Masa Berkabung 40 Hari

UEA menetapkan 40 hari berkabung atas kematian Sheikh Khalifa bin Zayed. Amerika Serikat menyebutnya sebagai teman setia.


Anggota DPR Fraksi Golkar Ichsan Firdaus Meninggal Dini Hari Tadi

27 Maret 2022

Anggota DPR Fraksi Golkar Ichsan Firdaus Meninggal Dini Hari Tadi

Anggota DPR Komisi VI dari Fraksi Golkar, Ichsan Firdaus, meninggal pada dini hari tadi sekitar pukul 01.15. Ichsan menghembuskan napas terakhirnya saat sedang berada di Yogyakarta.


Emil Salim Berduka Atas Meninggalnya Arifin Panigoro: Begitu Tiba-tiba

28 Februari 2022

Emil Salim Berduka Atas Meninggalnya Arifin Panigoro: Begitu Tiba-tiba

Ketua Dewan Penasihat Komisi Nasional Pengendalian Tembakau Emil Salim menyampaikan ungkapan duka atas meninggalnya Arifin Panigoro.