Setya Novanto Laporkan Sudirman Said, JK: Namanya Juga Usaha  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla saat memberikan keynote speech pada TEMPO Economic Briefing dengan tema

    Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla saat memberikan keynote speech pada TEMPO Economic Briefing dengan tema "Mengembalikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2016" di Jakarta, 17 November 2015. TEMPO/Bambang Harymurti

    TEMPO.COJakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menanggapi santai pelaporan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto. Sebagai sesama warga negara, menurut dia, sah-sah saja jika Setya Novanto melaporkan Sudirman.

    "Boleh saja, namanya juga usaha. Semua orang punya hak selama punya bukti," kata Kalla di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis, 10 Desember 2015. Namun Kalla tak mau berkomentar banyak tentang kelanjutan kasus dugaan pelanggaran etik yang dilakukan Novanto, termasuk wacana kocok ulang posisinya sebagai Ketua DPR. "Belum, belum."

    SIMAK: Ini Alasan Setya Novanto Laporkan Sudirman Said ke Polisi 

    Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto melalui kuasa hukumnya, Firman Wijaya, melaporkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said ke Badan Reserse Kriminal Kepolisian. Sudirman dilaporkan karena diduga telah melakukan beberapa pelanggaran hukum.

    Sudirman dianggap telah melakukan pencemaran nama baik, fitnah, penghinaan, dan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. "Perlu saya umumkan secara resmi bahwa pengaduan kepada SS (Sudirman Said) ini adalah pilihan rasional. Pilihan kondisional karena telah beredar tuduhan palsu," ujar Firman.

    SIMAK: Ini Dosa Sudirman Said Menurut Fahri Hamzah

    Menurut dia, kasus yang juga menyeret nama pengusaha minyak Mohammad Riza Chalid dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin tersebut merupakan sebuah kepalsuan yang terencana. "Ada indikasi bahwa ini bukan insidental, dan ada proses yang mengawalinya," tuturnya.

    Selain itu, Firman menganggap tuduhan Sudirman terkait dengan pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla serta permintaan saham yang dibuktikan dengan rekaman telah merusak dan mendelegitimasi Setya.

    FAIZ NASHRILLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.