Pembukaan COP21 Paris: Dari Cokelat Hingga 'Malaikat'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paviliun Indonesia yang berlokasi di Hall 2B, Paris Le Bourget, terus dibenahi menjelang pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim (Conference of Parties/COP) 21 di Paris, Prancis, 29 November 2015. Presiden Joko Widodo dijadwalkan meresmikan Paviliun Indonesia pada 1 Desember 2015 sebelum kembali ke Jakarta. ANTARA/Virna Puspa Setyorini

    Paviliun Indonesia yang berlokasi di Hall 2B, Paris Le Bourget, terus dibenahi menjelang pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim (Conference of Parties/COP) 21 di Paris, Prancis, 29 November 2015. Presiden Joko Widodo dijadwalkan meresmikan Paviliun Indonesia pada 1 Desember 2015 sebelum kembali ke Jakarta. ANTARA/Virna Puspa Setyorini

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak hal menarik pada hari pertama Conference of Parties (COP) ke-21, atau Konferensi Internasional Perubahan Iklim. Dari pembagian puluhan ribu apel organik gratis, cokelat ala perubahan iklim, dan "malaikat" penjaga perubahan iklim.

    "Malaikat" tersebut menyapa para peserta dan delegasi di gerbang masuk Le Bourget Exibhition Center. Mereka membawa beberapa tulisan kampanye, seperti "Coal Kills", "Zero Emission", dan "Save Our Climate". Tak jarang para peserta berhenti sejenak untuk berfoto dengan enam perempuan "malaikat" tersebut.

    Tak jauh dari situ ada acara bagi-bagi apel gratis oleh Carrefour. Apel itu, mereka mengklaim, bukan sembarang apel. Melainkan apel yang dibuat secara organik.

    "Cara dan pembuatannya dirancang untuk menghasilkan emisi seminimal mungkin," kata seorang petugas kepada Tempo sambil membagikan apel di depan pintu masuk Le Bourget Exibhition, Senin, 30 November 2015.

    Carrefour setidaknya menyiapkan 10 ribu apel gratis untuk dibagi-bagikan kepada para delegasi dan peserta dalam pembukaan ini. Apel-apel tersebut dibagikan sejak pukul 09.00 waktu setempat.

    Setelah melewati pintu masuk dan penjagaan yang berlapis tiga, para peserta langsung disambut oleh sekelompok orang yang membagikan cokelat gratis. Cokelat ini bertajuk "The Change Chocolate". "Produk netral karbon," ujar orang yang membagikan cokelat.

    Cokelat buatan negara Swiss tersebut diklaim juga memakai bahan organik seperti apel Carrefour. Menariknya adalah dalam bungkus cokelat tersebut ada pesan untuk para pemimpin dunia agar memikirkan anak-cucu dalam membuat kebijakan perubahan iklim. "We children and climate are first, the economy is second," demikian yang tertulis dalam bungkus.

    AMRI MAHBUB (PARIS)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.