Rabu, 14 November 2018

JK Minta Korporasi Danai Restorasi Gambut  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit TNI AD membawa pompa usai membasahkan lahan gambut di kanal bersekat Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, 31 Oktober 2015. Pembuatan kanal bersekat akan dilakukan di semua provinsi dengan hutan dan lahan yang rawan terkena kebakaran, terutama di lahan gambut. ANTARA/Saptono

    Prajurit TNI AD membawa pompa usai membasahkan lahan gambut di kanal bersekat Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, 31 Oktober 2015. Pembuatan kanal bersekat akan dilakukan di semua provinsi dengan hutan dan lahan yang rawan terkena kebakaran, terutama di lahan gambut. ANTARA/Saptono

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta korporasi ikut mendanai program restorasi gambut yang diinisiasi pemerintah. Menurut JK, pemerintah berkomitmen memperbaiki penanganan gambut yang sudah berlangsung puluhan tahun.

    "Kita butuh kerja sama untuk mendanai ini. Ada REDD+, PBB, World Bank, dan COP. Tentunya, pemerintah juga akan memberikan sejumlah anggaran yang cukup, juga korporasi," ucap JK pada pembukaan Konferensi Gambut Internasional di Hotel Shangri-La, Jumat, 13 November 2015.

    Pemerintah akan membentuk Badan Restorasi Gambut untuk memperbaiki lahan gambut. Sebagai langkah awal, Konferensi Gambut Internasional digelar. Badan ini rencananya akan mendapat dana dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

    Dalam konferensi yang akan berlangsung dua hari ini, pemerintah mengundang ahli gambut dalam dan luar negeri serta organisasi-organisasi lingkungan. Secara khusus, perwakilan dari Norwegia dan Jepang akan berbagi ilmu soal penanganan gambut di negara masing-masing.

    Selain merestorasi gambut, tutur Kalla, pemerintah akan bertindak keras terhadap pelaku pembakar hutan. Ia berharap, pada tahun depan, jumlah titik api semakin berkurang dan pemerintah lebih cepat menangani kebakaran. "Kemudian juga mengetatkan izin-izin dan moratorium penggunaan hutan."

    TIKA PRIMANDARI

     



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?