Jumat, 16 November 2018

Prajurit TNI AL Menangkap dan Menembak Pencuri Barang Kapal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menunjukan para tersangka pada konferensi pers penangkapan aksi perompakan di Selat Malaka. Tempo/Indra Wijaya

    Petugas menunjukan para tersangka pada konferensi pers penangkapan aksi perompakan di Selat Malaka. Tempo/Indra Wijaya

    TEMPO.COJakarta - Komando Armada TNI Angkatan Laut Kawasan Barat, Kamis, 12 November 2015, menggelar jumpa pers terkait penangkapan lima pelaku perompakan kapal MV Merlin yang terjadi di perairan Selat Malaka, 22 Oktober lalu.

    Lima pelaku itu adalah WN alias GB, 44 tahun; KM alias KR, 21 tahun; CK alias GL, 35 tahun; WY, 23 tahun; dan RM, 32 tahun. Salah seorang di antara mereka tidak bisa dihadirkan di hadapan wartawan karena sedang dirawat di Rumah Sakit TNI AL Mintoharjo akibat terkena tembakan di kakinya.

    "Satu pelaku terpaksa kami tembak paha kanan karena berusaha melarikan diri. Saat ini kondisinya stabil dan tak mengancam nyawanya,” kata Panglima Armada Barat TNI AL Laksamana Muda A. Taufiq R di Markas Armabar.

    Menurut Taufiq, lima pelaku itu ditangkap saat bersembunyi di Villa Dahlia di Lereng Gunung Salak, Desa Gunung Sari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Rabu kemarin, 11 November 2015. "Masih ada dua pelaku yang masih buron, kami masih kejar," ujarnya.

    Taufiq menjelaskan, penangkapan kelima perompak merupakan hasil pengembangan dari penggerebekan sebelumnya di Kampung Parit, Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, akhir Oktober lalu. Selain itu, seorang penadah juga ditangkap oleh personel Armabar di Jakarta pekan lalu.

    Taufiq enggan menyebut mereka sebagai pelaku perompakan atau pembajakan. Jenderal bintang dua itu lebih suka menyebut mereka sebagai pencuri barang-barang di kapal.

    Menurut Taufiq, aksi perompakan pasti menyandera kapal bermodal senjata api atau senjata tajam. Selanjutnya, perompak meminta uang tebusan. "Sedangkan pelaku-pelaku ini tak sandera kapal, bahkan tak mengancam awak kapal," ucapnya.

    Para pelaku naik ke kapal yang menjadi targetnya secara diam-diam. Selanjutnya, mereka mengambil barang-barang yang mudah dibawa. Jika ketahuan, para pelaku ini cenderung kabur ketimbang melawan. Kemudian barang curian dijual secara ilegal di Jakarta.

    Taufiq menegaskan akan memberantas pelaku pencurian dengan memperketat pengamanan di Selat Malaka. Dia tak ingin pencuri-pencuri itu disebut sebagai pelaku pembajakan di dunia internasional. Menurut dia, banyak pihak asing yang menyamaratakan pencurian tersebut sebagai pembajakan.

    "Ada pihak lain yang ingin bikin kesan Selat Malaka tak aman. Akan kami buktikan Selat Malaka aman," kata Taufiq.

    INDRA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.