Jumat, 16 November 2018

Gusti Noeroel Berpulang, Karangan Bunga Mengalir di Parahyangan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gusti Nurul. Foto: Koleksi Keluarga

    Gusti Nurul. Foto: Koleksi Keluarga

    TEMPO.CO, Bandung - Deretan karangan bunga tanda duka cita berderet di depan rumah megah di kawasan Parahyangan Permai blok I nomor 1, Desa Ciwaruga, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Karangan bunga ucapan duka tersebut ditujukan untuk Siti Noeroel Kamaril Ngasarati Kusumowardani, atau yang akrab dikenal dengan nama Gusti Siti Noeroel.

    Gusti Noeroel merupakan putri dari Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Mangkunegoro VII (tujuh), pemegang tampuk pemerintahan Mangkunegaran dari tahun 1916 - 1944. Gusti Noeroel wafat di usia 94 tahun karena penyakit diabetes yang dideritanya.

    Ia merupakan salah satu wanita yang mendapat tempat spesial di hati Presiden Soekarno. Gusti Noeroel pernah hendak dipersunting Soekarno namun ia menolak pinangan tersebut.

    Almarhumah  menghembuskan nafas terakhir pada Selasa, 10 November 2015 pukul 08.00 WIB di Rumah Sakit Boromeus Bandung. Sebelum wafat, ia mendapatkan perawatan intensif selama dua minggu.

    Gusti Noeroel meninggalkan 7 orang anak dan 14 orang cucu dari pernikahannya dengan Suryo Sularso. Ketujuh orang anaknya adalah Sularso Basarah, Parimita Wiyarti, Aji Pamoso, Heruma Wiyarti, Rasika Wiyarti, Wimaya wiyarti, dan Bambang Atas Aji. Nama terakhir merupakan anak angkat Gusti Nurul.

    Jenazah Gusti Noeroel  rencananya akan dimakamkan di makam kerajaan Mangunegara, Astana Girilayu, Tawangmangu, Surakarta pada tanggal 11 November 2015 besok. Jenasah Gusti sudah dipetikan untuk diberangkatkan pada pukul 05.35 WIB dari Bandara Soekarno-Hatta.

    "Rencana jam 21.00 WIB malam ini kita bawa pakai mobil jenazah ke Jakarta karena di Bandara Husein Sastranegara tidak bisa mengangkut jenasah. Jadi. Di Cengkareng nanti jam 12.00 WIB dikarantina dulu untuk masuk kargo," katanya.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.