Buwas Ingin Pengedar Dijejali Narkoba, Overdosis lalu Mati

Komjen (Pol) Budi Waseso mengucapkan sumpah jabatan saat dilantik sebagai kepala BNN di Aula Gedung BNN di Jakarta, 8 September 2015. TEMPO/M Iqbal Ichsan

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Budi Waseso mengaku serius ketika mengusulkan ada aturan hukum yang mengharuskan pengedar narkoba menelan sendiri semua barang bukti yang ditemukan. "Jadi nanti dia overdosis. Mati sendiri," kata Buwas, begitu dia biasa disapa, di kantornya, gedung BNN, Cawang, pada Jumat, 6 November 2015.

Menurut dia, pengedar narkoba patut dihukum berat karena mereka merusak penerus bangsa. "Mereka pembunuh massal dan terencana," kata Buwas. Karenanya, kata dia, seharusnya mereka tidak boleh diberi ampun. "Yang kita hadapi itu pembunuh massal. Kenapa harus dimaafkan?" katanya.

Buwas mengatakan perusak generasi penerus bangsa itu harus menjadi pemusnah narkoba. "Penghancur narkoba ya seharusnya pemakai itu sendiri," katanya. Karena itu, kata Buwas, dia menyarankan ada aturan hukum yang mengharuskan pengedar narkoba menghabiskan barang dagangan mereka sendiri. "Kalau ada empat orang yang terbukti menyimpan seribu gram pil, maka total pil dibagi empat dan harus dihabiskan oleh mereka," katanya.

Buwas menjelaskan ide tersebut muncul karena dia  menganggap upaya hukum pemberantasan narkoba belum efektif. Meski ada ancaman hukuman mati, pengguna narkoba terus meningkat. "Dari hasil evaluasi, ada 4,2 juta pengguna. Sementara sekarang sudah jadi 5,9 juta," kata Budi.

Budi mengaku serius ingin melaksanakan hukuman tersebut. "Saya dan jajaran saya serius menggiatkan program ini. Masalah ancaman narkoba tidak boleh main-main," katanya.

Ia mengatakan ide tersebut termasuk ide-ide gila yang bisa saja diwujudkan. Baginya, ada keuntungan dari kebijakan tersebut jika disetujui pemerintah. Selain jumlah pengedar berkurang, ada banyak pihak yang terkurangi bebannya. "Penjara enggak penuh. Negara, hakim, dan jaksa juga tidak terbebani," katanya.

Meski begitu, Budi mengatakan ide ini belum bisa terealisasi karena belum ada undang-undang yang mengatur. "Sudah bicara dengan Menkopolhukam. Tapi ini hanya wacana, boleh iya boleh tidak," katanya.

VINDRY FLORENTIN

Video tentang Razia Narkoba:

 





Kejagung Jawab Hotman Paris Hutapea & RAPBD DKI 2023 Bengkak Rp 4,7 Triliun Jadi Top 3 Metro

7 jam lalu

Kejagung Jawab Hotman Paris Hutapea & RAPBD DKI 2023 Bengkak Rp 4,7 Triliun Jadi Top 3 Metro

Top 3 Metro hari ini dimulai dari berita Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana yang membantah pernyataan Hotman Paris Hutapea.


Berkas Perkara Teddy Minahasa Masuk Kembali ke Kejati DKI, 1 Berkas Lagi Menyusul

9 jam lalu

Berkas Perkara Teddy Minahasa Masuk Kembali ke Kejati DKI, 1 Berkas Lagi Menyusul

Kejati DKI Jakarta telah menerima kembali berkas perkara tersangka mantan Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol. Teddy Minahasa dalam kasus narkoba.


Penyidik Polda Metro Serahkan Kembali Berkas Teddy Minahasa ke Kejaksaan Tinggi DKI

10 jam lalu

Penyidik Polda Metro Serahkan Kembali Berkas Teddy Minahasa ke Kejaksaan Tinggi DKI

Kejaksaan Tinggi DKI telah menerima kembali berkas perkara Irjen Teddy Minahasa dalam kasus narkoba. Akan diteliti kembali oleh tim jaksa.


Doddy Prawiranegara Minta Jadi JC karena Diintimidasi Teddy Minahasa, LPSK: Masih Telaah

1 hari lalu

Doddy Prawiranegara Minta Jadi JC karena Diintimidasi Teddy Minahasa, LPSK: Masih Telaah

LPSK masih menelaah berkas permohonan justice collaborator dari AKBP Doddy Prawiranegara dalam kasus sabu Teddy Minahasa.


Doddy Prawiranegara Jawab Tuduhan Teddy Minahasa via Hotman Paris Soal Barang Bukti Sabu

1 hari lalu

Doddy Prawiranegara Jawab Tuduhan Teddy Minahasa via Hotman Paris Soal Barang Bukti Sabu

Pengacara Doddy Prawiranegara, Adriel Viari Purba menyatakan barang bukti narkoba yang diklaim Teddy Minahasa masih utuh tak ada kaitan dengan kasus.


Beda Keterangan Teddy Minahasa dengan Dody Prawiranegara Soal Keberadaan 5 Kg Sabu

1 hari lalu

Beda Keterangan Teddy Minahasa dengan Dody Prawiranegara Soal Keberadaan 5 Kg Sabu

Ada perbedaan versi posisi lima kilogram sabu kasus Teddy Minahasa. Dody Prawiranegara punya versi penjelasan sendiri.


Hanya Bercanda Minta Dody Jual Sabu Sitaan 5 Kg, Pengacara: Teddy Minahasa Mengada-ada

1 hari lalu

Hanya Bercanda Minta Dody Jual Sabu Sitaan 5 Kg, Pengacara: Teddy Minahasa Mengada-ada

Pengacara Dody Prawiranegara menilai Irjen Teddy Minahasa mengada-ada menyebut dirinya bercanda saat minta sisihkan sabu 5 Kg untuk dijual.


Doddy Prawiranegara Heran Teddy Minahasa Cabut BAP & Tampak Berkuasa, Atur Pertanyaan Penyidik

1 hari lalu

Doddy Prawiranegara Heran Teddy Minahasa Cabut BAP & Tampak Berkuasa, Atur Pertanyaan Penyidik

Pengacara mantan Kapolres Bukittinggi AKBP Doddy Prawiranegara, Adriel Viari Purba, heran soal alasan pencabutan BAP Irjen Teddy Minahasa.


Dikonfrontasi Selama 22 Jam, Dody Prawiranegara Sebut Teddy Minahasa Berbohong

1 hari lalu

Dikonfrontasi Selama 22 Jam, Dody Prawiranegara Sebut Teddy Minahasa Berbohong

Dody Prawiranegara tetap menyatakan bahwa Irjen Teddy Minahasa telah memerintahkan untuk menyisihkan dan menjual sabu 5 kg hasil tangkapan.


Polisi Filipina Dihukum Seumur Hidup, Rekayasa Bukti dan Bunuh Terduga Pemakai Narkoba

2 hari lalu

Polisi Filipina Dihukum Seumur Hidup, Rekayasa Bukti dan Bunuh Terduga Pemakai Narkoba

Pengadilan Filipina menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada polisi karena menyiksa dan merekayasa bukti pada korban perang narkoba Duterte