Jumat, 14 Desember 2018

Sartono, Pencipta Hymne Guru Tutup Usia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pencipta lagu Hymne Guru, Sartono tutup usia di rumah duka di Madiun, Jawa Timur, 1 November 2015. Sartono tutup usia saat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Madiun, Jawa Timur, karena mengalami komplikasi di antaranya gejala stroke, sakit jantung, kencing manis, dan penyumbatan darah di otak. TEMPO/Nofika Dian Nugroho

    Pencipta lagu Hymne Guru, Sartono tutup usia di rumah duka di Madiun, Jawa Timur, 1 November 2015. Sartono tutup usia saat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Madiun, Jawa Timur, karena mengalami komplikasi di antaranya gejala stroke, sakit jantung, kencing manis, dan penyumbatan darah di otak. TEMPO/Nofika Dian Nugroho

    TEMPO.CO, Madiun - Sartono,79 tahun, pencipta lagu Hymne Guru meninggal dunia, Ahad, 1 November 2015, sekitar pukul 12.50 WIB. Sartono mengembuskan napas terakhir saat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Madiun, Jawa Timur, karena mengalami komplikasi di antaranya gejala stroke, sakit jantung, kencing manis, dan penyumbatan darah di otak.

    "Proses meninggalnya cepat dan gampang, napasnya tidak tersengal-sengal," kata Mariyatun, salah seorang kerabat yang mendampingi Sartono di rumah sakit.

    Menurut Mariyatun, tanda-tanda meninggalnya Sartono mulai terlihat Minggu pagi setelah dinyatakan koma dua hari sebelumnya, Jumat, 30 Oktober 2015. Tekanan darahnya kian menurun demikian halnya dengan organ tubuh yang lain.

    "Terus drop," ucap Mariyatun ditemui di rumah duka di Jalan Halmahera 98 Kelurahan/Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun.

    Widia Prasasati, keponakan Sartono, menambahkan, dokter RSUD sempat memicu jantung pamannya sebelum meninggal dengan alat medis. Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil hingga suami Ignatia Damijati menutup mata. "Sudah tidak bisa tertolong," ujar Widia.

    Sebelum meninggal, Sartono sempat terjatuh dari ranjang di kamarnya pada pertengahan Oktober lalu. Selang dua hari, dia tidak mau makan dan merasakan nyeri di lengan kirinya.

    Karena kondisi Sartono semakin menunjukkan gejala memburuk, pihak keluarga membawanya ke RSUD pada Selasa, 20 Oktober 2015. Sartono pertama kali dirawat di ruang ICU dan kemudian dipindah di paviliun Cendana. Karena kondisi Sartono kembali menurun maka dipindah lagi ke ICU pada Jumat siang, 30 Oktober 2015.

    NOFIKA DIAN NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.