Ibu Kandung Angeline Menangis Lihat Barang Bukti di Sidang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angeline bocah cantik berumur 8 tahun diketahui telah menghilang dari rumahnya semenjak 16 Mei 2015. facebook.com

    Angeline bocah cantik berumur 8 tahun diketahui telah menghilang dari rumahnya semenjak 16 Mei 2015. facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sidang kasus pembunuhan Angeline dengan terdakwa Agus Tay Hamba May, Selasa, 27 Oktober 2015, kembali diwarnai tangis histeris Hamidah, ibu kandung bocah malang itu. Yakni, setelah sejumlah barang bukti (BB) ketika mayat Angeline diperlihatkan di persidangan.

    Awalnya, Hamidah tampak tenang menyimak persidangan yang menampilkan dua orang saksi dari unit Buser Polresta Denpasar. Keduanya, Agung Kusumajaya dan Ketut Rayun, menguraikan kronologi penemuan mayat Angeline pada 10 Juni 2015. Namun ketika, keduanya diminta jaksa untuk mencocokkan barang bukti, air mata Hamidah mulai mengalir deras.

    BACA: Pangeran Arab Kepergok Bawa 2 Ton Narkoba di Pesawatnya

    Hamidah lalu bersender ke lengan aktivis Siti Sapura dan sesenggukannya makin keras. Hal ini memancing perhatian media untuk mengambil gambarnya hingga hakim memperingatkan wartawan. “Tolong jangan sampai mengganggu persidangan,” ujar hakim. Siti Sapura pun kemudian berinisiatif membawa Hamidah keluar dari ruangan sidang.

    Adapun sejumlah bukti yang diperlihatkan antara lain adalah gorden yang digunakan untuk membungkus mayat, tali yang diikatkan di leher Angeline, boneka yang ada dalam pelukan Angeline, celana jins milik Agus, cangkul yang digunakan untuk menggali lubang, dan berbagai benda lainnya. Kedua buser itu membenarkan bahwa barang-barang tersebut ditemukan saat penemuan mayat.

    BACA: Berikut Pernyataan Lengkap Obama dan Jokowi di Gedung Putih

    Adapun, menurut Agung Kusumajaya, pembongkaran lubang berawal ketika pagi harinya Kapolda Bali, saat itu Inspektur Jenderal Ronnie Sompie, mengumpulkan semua buser yang terlibat dalam pengungkapan kasus ini. Intinya, penyelidikan harus lebih fokus ke dalam karena setelah tiga pekan banyak mengejar keluar dari lokasi hilangnya Angeline, belum ditemukan tanda-tanda penemuan anak itu.

    Dari perintah itu kemudian dibentuk sejumlah tim, salah-satunya tim untuk menyelidiki rumah Angeline. Setelah dicermati, akhirnya dilakukan sejumlah penggalian dan salah-satunya berujung penemuan mayat Angeline. “Sebelum itu sudah ada kecurigaan karena ada bau busuk selain bau tai ayam,” kata Agung. Dia mengakui, lubang tempat pembunuhan Angeline berbeda dengan yang lainnya karena di bagian bawahnya berisi air seperti sering disirami.

    ROFIQI HASAN

    BACA JUGA
    Arzetti dan Dandim Sidoarjo Digerebek di Hotel, Ini Kata TNI AD
    Arzetti Bilbina, Dandim Sidoarjo, dan Awal Pertemuan Itu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.