Minggu, 15 September 2019

Mega: SBY Berjanji Hari Pancasila Jadi Libur Nasional. Mana?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, memberikan sambutan saat membuka Sekolah Calon Kepala Daerah di Kantor DPP Partai PDI Perjuangan, Jakarta, 28 Juni 2015. Sekitar 70 calon kepala daerah akan dibekali pengetahuan untuk memenangkan Pilkada. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, memberikan sambutan saat membuka Sekolah Calon Kepala Daerah di Kantor DPP Partai PDI Perjuangan, Jakarta, 28 Juni 2015. Sekitar 70 calon kepala daerah akan dibekali pengetahuan untuk memenangkan Pilkada. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengeluhkan kurangnya penghargaan bagi Pancasila. Menurut dia, seharusnya hari Pancasila dijadikan hari libur nasional, seperti janji Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menjadi presiden, karena  sangat penting bagi bangsa.

    “Saya mau nagih janji Pak SBY yang dulu bilang mau dijadikan hari libur nasional, tapi sampai sekarang boro-boro," kata Megawati dalam acara "Seminar Nasional dan Bedah Buku Mental Pancasila Sebagai Ekspresi Semangat Sumpah Pemuda", di Jakarta Convention Center, Selasa, 27 Oktober 2015.

    Mega mempertanyakan apakah tidak dijadikannya hari Pancasila sebagai hari libur nasional ada kaitannya karena Soekarno yang menjadi salah satu penyusun. “Kalau bukan Bung Karno, dijadiin tanggal libur enggak ya? Nanti saya di-bully lagi,” ujarnya. Menurut dia, Pancasila harus mendapat penghargaan karena merupakan dasar negara dan dilahirkan dengan proses panjang.

    Dalam acara ini, turut dibahas buku Revolusi Pancasila oleh Yudi Latif. Buku setebal 208 halaman ini menceritakan kembali soal pentingnya penanaman nilai-nilai pancasila. Acara ini juga dihadiri banyak tokoh, seperti Ketua MPR Zulkifli Hasan, Emil Salim, Tri Sutrisno, Wakil Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat, dan Hidayat Nur Wahid.

    Zulkifli Hasan, dalam sambutannya, mengatakan kesadaran mengenai pentingnya nilai Pancasila sudah banyak berkurang. Hal itu, menurut dia, terjadi karena perilaku masyarakat dan kurangnya perhatian dari pemerintah. Menurut dia, banyak elemen pemerintah tak sadar mengenai pentingnya menanamkan semangat Pancasila. “Buktinya tidak ada itu anggaran untuk memperkuat Pancasila di daerah,” katanya.

    MAWARDAH NUR HANIFIYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.