Heboh, Kain Kafan Berpita Merah dalam Peci Hantui Pilkada  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Robin Ong

    TEMPO/ Robin Ong

    TEMPO.CO, Karawang - Rumah calon Wakil Bupati Karawang, Yenih, didatangi pria misterius pada Jumat, 27 September 2015. Dari rekaman kamera pengawas keamanan atau CCTV, pria misterius itu memasuki semua kamar di rumah Yenih.

    Pria itu diduga menyimpan benda mistik di kediaman Yenih. Nana Aweng, kerabat Yenih, mengatakan usai disatroni orang berpakaian hitam-hitam itu ditemukan sehelai kain kafan yang diikat pita merah. Dalam kain itu terdapat tanah merah. Nana menduga tanah itu adalah tanah kuburan.

    INIKAH TANDA KIAMAT?

    Geger Kiamat 28 September, Apa Hubungan dengan Agama Ini?
    Bulan Darah, 28 September Kiamat? Resah, Ini Kata Gereja

    "Tanah itu dibungkus kertas putih bertuliskan huruf Arab. Ada juga tulisan, 'Kamu jangan sombong'," ujar Nana Aweng, kerabat Yenih, saat ditemui Tempo, Minggu, 27 September 2015. Menurut Nana, saat membuka kain misterius itu ia mencium wewangian khas. "Seperti wewangian yang dipakai paranormal," kata dia.

    Saat ditemukan kain itu berada di dalam peci Dadang, suami Yenih. "Keluarga sepakat menganggap peristiwa ini secara serius dan akan melaporkannya ke polisi," ujar dia. Akibat peristiwa itu, Yenih, wakil Nace Permana di pilkada Karawang 2015 mengalami trauma. "Yenih memergoki pria itu, tapi saat ditanya pria itu tidak menjawab."

    Nace Permana menduga pelaku melakukan teror politik jelang pilkada karena menanggap Yenih merupakan calon kuat. Dia mengapresiasi kinerja kepolisian yang sigap langsung datang dan melakukan olah kejadian perkara. "Aksi pelaku juga terekam CCTV. Kami menyerahkan pengusutan kasus ini pada polisi," tuturnya.

    HISYAM LUTHFIANA

    BERITA MENARIK
    Disebut Ahok Berotak Kelas Dua, Ini Reaksi Mengejutkan Jaya Suprana
    Dilaporkan Tewas 30 Tahun Lalu, Wanita Ini Ternyata Hidup


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.