WISUDA ABAL-ABAL: Yayasan Aldiana Klaim Berikan Beasiswa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para peserta wisuda ilegal di Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, 19 September 2015. Dalam sidak tersebut petugas menemukan ribuan peserta wisuda ilegal yang mendapatkan gelar S1 dan D3 dengan ijazah palsu. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Para peserta wisuda ilegal di Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, 19 September 2015. Dalam sidak tersebut petugas menemukan ribuan peserta wisuda ilegal yang mendapatkan gelar S1 dan D3 dengan ijazah palsu. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator Kerja Sama Beasiswa Pemda, Yayasan Aldiana Nusantara, Habibi Darussalam, membantah yayasannya menggelar wisuda abal-abal. Ia mengatakan kampus di bawah yayasan betul-betul menggelar perkuliahan.

    “Jadwalnya itu dibagi tiga waktu: pagi, siang, dan malam. Mahasiswa kuliah di sini. Tahun pertama kami wajibkan tinggal di asrama untuk mahasiswa berasal dari pemerintah daerah,” kata dia di kantor yayasan pada Senin, 21 September 2015.

    Habibi mengatakan mahasiswa yang ada di yayasan diterima dari berbagai jalur. Beasiswa berasal dari pemerintah daerah seluruh Indonesia, dari organisasi, dan umum. “Untuk mahasiswa yang menerima beasiswa kami subsidi 80 persen dari total biaya pendidikan. Tapi mereka bayar asrama Rp 1,5 juta setiap tahun. Lalu setiap bulan mereka bayar Rp 50 ribu, katakanlah untuk uang operasional.” (Baca: EKSKLUSIF: Ketua Yayasan Aldiana Bicara Wisuda Abal-abal)

    Untuk proses seleksinya sendiri, mahasiswa yang mendapat beasiswa akan diseleksi oleh masing-masing pemerintah daerah. Pihak yayasan memberikan surat penawaran, lalu daerah menyampaikan ke sekolah-sekolah. Nanti sekolah akan mengajukan nama-nama yang akan ikut seleksi. Pemerintah daerahlah yang akan melakukan seleksi. “Umumnya diprioritaskan berdasarkan masyarakat kurang mampu, tapi berprestasi,” kata Habibi.

    Sekretaris Direktur Perguruan Yayasan Aldiana Nusantara, Ramadani, menyebut jadwal pekuliahan disusun jelas. “Kelas pagi jam delapan sudah mulai sampai jam sebelas. Sesi siang itu ada kuliah lagi, jam setengah dua sampai jam empat. Malam dari jam setengah tujuh sampai jam setengah sepuluh, bahkan ada sampai jam sepuluh.

    Ramadani menjelaskan kelas pagi diperuntukkan untuk para mahasiswa yang memperoleh beasiswa kerja sama dari pemerintah daerah dan organisasi. Kemudian kelas siang digunakan untuk mahasiswa yang masuk dari jalur kerja sama organisasi dan kelas malam untuk mahasiswa yang sudah bekerja.

    Untuk hari aktif kuliah, dia menyebut perkuliahan dari Senin hingga Kamis. "Memang hari Jumat ada, sebagian kelas kuliah di hari Jumat. Kalau kelasnya penuh, enggak kebagian ya hari Jumat." (Baca: Heboh Wisuda Digrebek: Mahasiswi Ini Malu Sebut Kampusnya)

    Pada Sabtu lalu, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi menggerebek prosesi wisuda sejumlah kampus di bawah Yayasan Aldiana Nusantara yang digelar di gedung Universitas Terbuka di Tangerang Selatan. Kementerian menuding bahwa wisuda tersebut abal-abal sebab pesertanya tak melalui perkuliahan yang memadai. Mereka hanya mengikuti kulih 8-12 bulan.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.