Gerindra Protes Pembatasan Poster Kampanye  

Reporter

Editor

Erwin prima

Tiga pasangan calon Walikota Semarang mengambil nomor urut di komplek Balaikota Semarang, 25 Agustus 2015. Pengambilan nomor urut ini adalah rangkaian proses Pilkada serentak pada Desember nanti. TEMPO/Budi Purwanto

TEMPO.CO, Semarang: Partai Gerindra Jawa Tengah menilai pembatasan pemasangan alat peraga kampanye, seperti poster dan spanduk, sangat menghambat sosialisasi kandidat ke para pemilih dalam pilkada serentak 2015.

Ketua Desk Pilkada Partai Gerindra Jawa Tengah Sriyanto Saputro menyatakan agak kerepotan untuk mensosialisasikan kandidat kepala daerah karena pemasangan poster dan spanduk sangat dibatasi.

“Ini suatu kendala tersendiri bagi pendatang-pendatang baru pilkada,” kata Sriyanto kepada Tempo di Semarang, Senin, 21 September 2015. Di lain pihak, baliho yang dipasangan Komisi Pemilihan Umum Daerah hanya di beberapa lokasi saja. Akibatnya, kata Sriyanto, semarak pilkada tahun ini sangat berkurang.

Sriyanto menengarai pembatasan alat peraga di ruang-ruang publik menguntungkan calon kepala daerah incumbent karena sudah memiliki popularitas lebih tinggi dibandingkan calon pendatang baru.

Di sisi lain, kata Sriyanto, poster calon kepala daerah incumbent masih banyak menghiasi berbagai sudut tempat-tempat strategis. Baliho atau poster tersebut bukan atas nama calon kepala daerah tapi sebagai bupati ataupun wakil bupati.

Meski begitu, Sriyanto menegaskan partainya akan menaati aturan karena pembatasan baliho tersebut merupakan aturan yang sudah diberlakukan. Tapi, Gerindra sebagai partai baru meminta agar penyelenggara pemilu bersikap adil dalam memberikan sanksi pelanggaran.

Sriyanto menemukan banyak calon kepala daerah yang melanggar aturan tapi justru dibiarkan begitu saja. Gerindra akan mendorong agar pembatasan alat kampanye dievaluasi lagi dalam pelaksanaan pilkada di masa mendatang.

Dalam pantauan Tempo, meski pemasangan alat peraga kampanye dibatasi, tapi masih ditemukan poster dan baliho bergambar pasangan calon. Di pertigaan tol Krapyak misalnya, masih terpampang baliho bergambar calon wali kota Semarang. Di beberapa gang di Kota Semarang juga banyak spanduk bergambar pasangan calon wali kota/wakil wali kota.

Anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah Jawa Tengah Wahyu Setiawan menyatakan saat ini penyelenggara pilkada di kabupaten/kota sudah memasang alat peraga kampanye di beberapa titik.

Pembatasan ini, kata dia, membuat banyak orang senang karena mencegah adanya sampah visual di berbagai sudut daerah. “Pemandangan jadi nyaman karena pemasangan alat kampanye calon tidak semrawut,” kata Wahyu Setiawan.

ROFIUDDIN






Cegah Banjir Besar Terulang, Semarang Akan Tebar Sumur Resapan

20 hari lalu

Cegah Banjir Besar Terulang, Semarang Akan Tebar Sumur Resapan

"Kalau Simpang Lima ke atas semua rumah tangga membangun sumur resapan, maka air di hulu bisa ditahan sehingga tidak terakumulasi menjadi banjir,.


Kota Semarang Jadi Simpul Ekonomi Jawa Punya Sejarah dari Zaman Kolonial

28 hari lalu

Kota Semarang Jadi Simpul Ekonomi Jawa Punya Sejarah dari Zaman Kolonial

Pelaksana Tugas Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita mengingatkan kembali peran Kota Semarang sebagai Simpul Ekonomi Jawa dalam mendorong perekonomian provinsi dan nasional.


5 Dosa Politik Taufik pada Prabowo Subianto dan Partai Gerindra

8 Juni 2022

5 Dosa Politik Taufik pada Prabowo Subianto dan Partai Gerindra

Politikus senior M Taufik dipecat dari Gerindra karena dinilai telah membuat dosa politik dan pembangkangan pada partai dan Prabowo Subianto.


Gerindra Berkukuh Dorong Prabowo Nyapres Lagi di Pilpres 2024

8 Juni 2022

Gerindra Berkukuh Dorong Prabowo Nyapres Lagi di Pilpres 2024

Politisi Partai Gerindra menegaskan partainya tetap kukuh mendorong Ketua Umum Prabowo Subianto maju kembali sebagai calon presiden pada Pilpres 2024.


Riza Patria Akan Patuh Keputusan DPP Gerindra Soal Pemecatan Taufik

8 Juni 2022

Riza Patria Akan Patuh Keputusan DPP Gerindra Soal Pemecatan Taufik

Pemecatan resmi Muhammad Taufik bakal ditentukan DPP Partai Gerindra.


Taufik Akan Pindah ke Partai Berideologi Nasionalis setelah Dipecat Gerindra

7 Juni 2022

Taufik Akan Pindah ke Partai Berideologi Nasionalis setelah Dipecat Gerindra

Politikus senior Gerindra Muhammad Taufik mengatakan jika harus bergeser, maka akan mencari partai yang nasionalis.


Gerindra Jakarta: Pemecatan M Taufik Baru Rekomendasi, Belum Diputuskan

7 Juni 2022

Gerindra Jakarta: Pemecatan M Taufik Baru Rekomendasi, Belum Diputuskan

Ahmad Riza Patria mengungkapkan, pemecatan M Taufik dari partai barurekomendasi dari Majelis Kehormatan Partai Gerindra.


Kontroversi Taufik, Akan Mundur dari Gerindra Demi Anies Baswedan Jadi Capres

2 Juni 2022

Kontroversi Taufik, Akan Mundur dari Gerindra Demi Anies Baswedan Jadi Capres

Politikus senior Partai Gerindra DKI Jakarta Muhammad Taufik akan mundur dari partainya demi bisa mendukung Anies Baswedan.


Hadiri Pelantikan Penggantinya, Taufik Gerindra: Enggak Ada yang Istimewa

2 Juni 2022

Hadiri Pelantikan Penggantinya, Taufik Gerindra: Enggak Ada yang Istimewa

Mohamad Taufik dari Partai Gerindra menyatakan penggantiannya dari kursi Wakil Ketua DPRD DKI sebagai hal biasa.


Stasiun Tawang Banjir, Menhub Akan Tinggikan 500 Meter Jalur Kereta

7 Februari 2021

Stasiun Tawang Banjir, Menhub Akan Tinggikan 500 Meter Jalur Kereta

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan akan menaikkan ketinggian jalur kereta api sepanjang 500 meter di Stasiun Tawang terkait banjir.