Cerita Ahok, Soal Plesir DPR ke Luar Negeri Penuh Manipulasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta -  Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, punya cerita bagaimana harusnya kunjungan kerja legislator ke luar negeri tak jadi fitnah. Ia bercerita pengalamannya saat masih menjadi anggota DPR dari Komisi Pemerintahan, saat kunjungan kerja ke luar negeri. Meski begitu, Ahok yang kini jadi Gubernur DKI Jakarta ini menolak berkomentar soal polemik pertemuan pimpinan DPR dengan kandidat calon presiden Ameirka Serikat dari Partai Republik Donald Trump. (Baca: Aturan Ini Dilanggar Setya Novanto Dkk saat Bertemu Trump)

    "Kuncinya, selalu transparan dan melaporkan kemana saja saya pergi dan untuk apa duit negara itu dipakai," kata Ahok, di Balai Kota, Senin 7 September 2015. Laporan itu menurut Ahok, masih ada hingga sekarang jika semua pihak ingin melihatnya. "Lihat saja di situs pribadi saya."

    Baca juga:
    Inilah yang Terjadi Di Balik Pertemuan Novanto-Trump
    Drama Budi Waseso: Jokowi-JK Menguat, Kubu Mega Menyerah?

    Menurut Ahok, kunjungan kerja legislator ke luar negeri sarat dengan manipulasi perjalanan. “Di situs pribadi saya, saya beberkan modus kunjungan kerja ke Maroko tapi plesir ke Spanyol,” kata Ahok lagi.

    Dalam situs ahok.org, Ahok mengaku membeberkan muslihat anggota DPR dengan judul “Bagaimana Modus Anggota DPR Tilap Uang Kunker ke Maroko, Rekreasi ke Spanyol”. Ahok berkisah kejadian itu berlangsung pada September 2010 saat menjadi delegasi Grup Kerjasama Bilateral DPR dengan parlemen Maroko. Perjalanan itu pula menjadi pengalaman pertamanya memakai paspor dinas berwarna biru.

    Selanjutnya: Ahok berangkat ke...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.