Selasa, 20 November 2018

Pesinetron Sekaligus Anggota DPR Ini Dukung Kritik Rizal Ramli

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lucky Hakim, anggota DPR RI periode 2014-2019 dari fraksi Partai Amanat Nasional, di sidang perdana paripurna MPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 2 Oktober 2014. TEMPO/Frannoto

    Lucky Hakim, anggota DPR RI periode 2014-2019 dari fraksi Partai Amanat Nasional, di sidang perdana paripurna MPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 2 Oktober 2014. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang juga artis sinetron, Lucky Hakim, mempunyai pandangan sama dengan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli. Menurut anggota Komisi Energi DPR ini, pengadaan 35.000 megawatt listrik pada 2019 adalah proyek dengan target terlalu tinggi. (Lihat Video Pernyataan Kontroversial Rizal Ramli Yang Serang Jokowi )

    "Ini seperti cerita Bandung Bondowoso, disuruh bangun ratusan candi dalam semalam," kata Lucky di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis, 20 Agustus 2015.

    Tak ada salahnya, ucap dia, bila pemerintah mengevaluasi ulang target tersebut agar lebih realistis. Apalagi mengantisipasi proses perizinan yang bakal lama dan pendanaan yang bakal sulit bila hanya dibebankan pada Perusahaan Listrik Negara.

    Pemain sinetron ini juga mengkritik konflik antara Rizal Ramli dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Silang pendapat dalam kabinet bakal membuat investor lari terbirit-birit akibat ketidakjelasan kebijakan. "Jokowi harus segera selesaikan ini secara internal," ujar Lucky.

    Hingga saat ini, Menko Rizal Ramli masih bersikukuh bahwa proyek itu terlalu ambisius. Cara yang dilakukan Rizal--mengkritik secara terbuka--dianggapnya sudah tepat untuk memberikan efek shock therapy. "Kalau enggak, kita akan berada dalam zona nyaman terus. Apa-apa dibilang sudah bagus," tutur Rizal dalam sebuah wawancara khusus dengan Tempo, kemarin.

    INDRI MAULIDAR | DEVY ERNIS

    VIDEO TERKAIT:


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Sisi Gelap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

    Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi yang diduga dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi membuat dunia menyorot empat sisi gelap Mohammed bin Salman.