Proyek Listriknya Dikritik Rizal Ramli, Begini Sikap Jokowi  

Reporter

Rizal Ramli saat tiba di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis (15/1). Rizal memenuhi panggilan untuk pemeriksaan sebagai tersangka atas kasus demo anarkis menentang kenaikan harga BBM. TEMPO/Wahyu Setiawan

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo tak akan merevisi program pembangunan pembangkit listrik 35 ribu megawatt karena proyek tersebut memang menjadi kebutuhan. Karena itu, Jokowi terus mendorong agar pembangunan pembangkit listrik itu bisa lekas selesai. 

Menurut Jokowi, setiap kali melakukan kunjungan kerja ke daerah, ia selalu mendapat komplain perihal kekurangan pasokan listrik. "Tiap kali ke daerah, saya dapat komplain soal listrik. Byarpet, listrik mati," katanya seusai membuka acara The Indonesia International Geothermal Convention and Exibition di Jakarta Convention Center, Rabu, 19 Agustus 2015.

Jokowi mengatakan dia dan Wakil Presiden Jusuf Kalla harus turun tangan mengatasi berbagai kendala guna mewujudkan program pembangunan pembangkit listrik 35 ribu megawatt. Di antaranya masalah pembebasan lahan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Batang, Jawa Tengah.

Jokowi berbicara tentang program pembangunan pembangkit listrik 35 ribu megawatt setelah wartawan bertanya padanya soal pernyataan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli. Rizal menilai program itu tidak realistis.

Menurut Jokowi, banyak pihak yang mengatakan proyek listrik 35 ribu megawatt adalah target yang ambisius. Namun dia tidak ingin menanggapinya. Jokowi justru meminta menteri terkait, termasuk menko, mencarikan solusi bila ada masalah yang dihadapi oleh investor. "Itu tugasnya menteri, menko, untuk mencarikan solusi, mencari jalan keluar, setiap masalah yang dihadapi oleh investor," katanya.

Jokowi mencontohkan jika sudah ditandatangani jual beli tenaga listrik atau Power Purchased Agreement (PPA), para pejabat terkait harus mengikut progresnya dengan mempunyai daftar checklist, termasuk permasalahan izin pembebasan lahan dan financial closing. "Yang bisa dibantu, ya bantu. Yang bisa dicarikan solusi, ya carikan. Itu tugasnya menteri," tuturnya pula.

Jokowi mengatakan jika mau gampang, buat saja target 5.000 megawatt. Pasti tercapai. “Kalau saya kan enggak mau," katanya.

ALI HIDAYAT






2 Presiden Indonesia yang Kerap Dilupakan: Sjafruddin Prawiranegara dan Mr Assaat

25 hari lalu

2 Presiden Indonesia yang Kerap Dilupakan: Sjafruddin Prawiranegara dan Mr Assaat

Sjafruddin Prawiranegara dan Mr Assaat adalah dua sosok yang pernag menjadu Presiden Indonesia. Sayang peran keduanya kerap dilupakan


Jokowi Bilang akan Jadi Rakyat Biasa Selepas Masa Jabatannya Habis

13 November 2022

Jokowi Bilang akan Jadi Rakyat Biasa Selepas Masa Jabatannya Habis

Jokowi pun menyebutkan, setelah masa jabatannya berakhir pada 2024, ia akan aktif bekerja di bidang pembangunan lingkungan.


21 Tahun Lalu Megawati Soekarnoputri Dilantik sebagai Presiden RI ke-5, Setelah Gus Dur Diberhentikan MPR

23 Juli 2022

21 Tahun Lalu Megawati Soekarnoputri Dilantik sebagai Presiden RI ke-5, Setelah Gus Dur Diberhentikan MPR

Pada 23 Juli 2021, Megawati Soekarnoputri dilantik menjadi Presiden RI ke-5 menggantikan Abdurrahman Wahid, setelah Gus Dur dilengserkan MPR.


Spanduk Berisi Foto Anies Baswedan Bersama Semua Presiden RI Diturunkan

19 Juni 2022

Spanduk Berisi Foto Anies Baswedan Bersama Semua Presiden RI Diturunkan

Satpol PP Jakarta Timur menurunkan sebuah spanduk berisi foto Gubernur DKI Anies Baswedan bersama seluruh Presiden Republik Indonesia.


KPK Segera Verifikasi dan Telaah Soal Pelaporan terhadap Gibran dan Kaesang

10 Januari 2022

KPK Segera Verifikasi dan Telaah Soal Pelaporan terhadap Gibran dan Kaesang

Ali menjelaskan verifikasi dan telaah penting sebagai pintu awal apakah pokok aduan terhadap Gibran dan Kaesang menjadi kewenangan KPK atau tidak


20 Oktober, Tanggal Penting Pelantikan 3 Presiden RI: Gus Dur, SBY, Jokowi

20 Oktober 2021

20 Oktober, Tanggal Penting Pelantikan 3 Presiden RI: Gus Dur, SBY, Jokowi

Selepas Soeharto lengser. Tiga presiden RI dilantik pada 20 Oktober yaitu Gus Dur, SBY dan Jokowi. Tanggal ini penting dalam sejarah Indonesia.


Indonesia Pernah Punya Presiden Bernama Mr Assaat Gelar Datuk Mudo, Siapa Dia?

18 September 2021

Indonesia Pernah Punya Presiden Bernama Mr Assaat Gelar Datuk Mudo, Siapa Dia?

Mr Assaat, gelar Datuk Mudo menjadi Presiden RI selama 2 tahun 1949-1950. Semasa jabatannya, ia mendirikan UGM.


Hari-hari Terakhir Gus Dur Dilengserkan, Bercelana Pendek Sapa Pendukungnya

7 September 2021

Hari-hari Terakhir Gus Dur Dilengserkan, Bercelana Pendek Sapa Pendukungnya

Presiden RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dilengserkan MPR melalui sidang istimewa pada 2001. Berikut hari-hari terakhirnya di istana.


Gus Dur pernah Bernama Abdurrahman Ad-Dakhil yang artinya Sang Penakluk

7 September 2021

Gus Dur pernah Bernama Abdurrahman Ad-Dakhil yang artinya Sang Penakluk

7 September 1940 kelahiran Gus Dur atau Abdurrahman Wahid. Ia menjadi Presiden RI setelah menang suara dari Megawati di Sidang MPR 1999.


Kho Ping Hoo Maestro Cerita Silat Karyanya Dibaca 3 Presiden RI

17 Agustus 2021

Kho Ping Hoo Maestro Cerita Silat Karyanya Dibaca 3 Presiden RI

Asmaran Sukowati atau Kho Ping Hoo maestro cerita silat Indonesia, telah menghasilkan 148 judul. Tiga presiden pernah mengakui membaca karya-karyanya.