10 Capim KPK Diduga Punya Rekening Janggal, Ini Transaksinya

Reporter

ANTARA/Fanny Octavianus

TEMPO.CO, Jakarta - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah menyerahkan hasil penelusuran rekam jejak calon pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada presiden. Dari 48 calon pemimpin yang ditelisik, PPATK menemukan beberapa transaksi bermasalah. "Ada sepuluh nama yang kami beri catatan," kata Kepala PPATK Muhammad Yusuf, Selasa, 11 Agustus 2015.

Menurut dia, transaksi yang melibatkan sepuluh orang tersebut variatif. "Ada yang satu atau beberapa kali transaksi tunai. Tidak sesuai dengan profil mereka," ujar Yusuf. Dalam penelusuran itu, PPATK juga menelisik transaksi dari istri, anak, dan keluarga calon anggota pimpinan.

Namun Yusuf enggan menyebutkan sepuluh calon tersebut. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Joko Widodo mengenai apakah hasil penelusuran lembaganya tersebut bakal digunakan sebagai pertimbangan memilih calon anggota pimpinan.

Hari ini panitia seleksi calon Pemimpin KPK--telah bekerja sejak akhir Mei lalu--berencana mengumumkan para calon yang lolos tahap akhir. Ketua Panitia Seleksi Destry Damayanti mengatakan tim ada kemungkinan akan memilih sekitar 20 nama dari 48 orang yang tersisa. Mereka akan mengikuti tes kesehatan dan wawancara pada 24-26 Agustus mendatang.

Selanjutnya, Jokowi akan memilih delapan orang di antara mereka untuk mengikuti uji kelayakan di Dewan Perwakilan Rakyat. Delapan orang itu akan bergabung dengan dua calon pemimpin yang dipilih sebelumnya, yakni Busyro Muqoddas dan Robby Arya Brata. Adapun DPR memilih lima orang pemimpin KPK periode 2015-2018.

Destry memastikan akan mempertimbangkan masukan dari berbagai lembaga, seperti PPATK, Kejaksaan Agung, Kepolisian RI, Direktorat Jenderal Pajak, KPK, dan lembaga swadaya masyarakat untuk menentukan kelulusan para calon. "Selain hasil tes assessment, rekam jejak yang bersangkutan juga jadi pertimbangan," ujarnya.

Kemarin, lembaga pegiat antikorupsi Indonesia Corruption Watch (ICW) juga menyerahkan hasil penelusuran mereka terhadap rekam jejak para calon pemimpin KPK kepada pansel. Bekerja sama dengan kelompok masyarakat sipil di seluruh Indonesia--termasuk dari pos pengaduan yang mereka bentuk--ICW menemukan seorang calon dengan harta kekayaan yang tidak wajar. Sedikitnya tiga calon juga memiliki aset yang tak sebanding dengan pendapatan. "Sementara ada satu, yang diduga memerintahkan anak buah menyelewengkan kewenangan disertai imbalan," kata Koordinator Investigasi ICW Febri Hendri. Namun dia enggan membocorkan nama kandidat bermasalah tersebut.

Adapun KPK hingga kemarin masih menelusuri rekam jejak calon. Pelaksana tugas Wakil Ketua KPK, Indriyanto Senoadji, mengaku butuh waktu yang tidak sebentar dalam penelusuran ini karena dilakukan secara teliti, proper, dan dengan tingkat kehati-hatian yang tinggi. Merujuk surat panitia seleksi, KPK diminta menyerahkan hasil penelusuran paling lambat pada 21 Agustus 2015. “Kami fokus pada tahap sebelum menentukan delapan besar,” kata Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja.

Ketika dimintai konfirmasi, anggota Tim Komunikasi Joko Widodo, Teten Masduki, mengaku belum tahu mengenai laporan PPATK kepada presiden tentang transaksi mencurigakan para calon pemimpin KPK. "Saya cek dulu," katanya.

LINDA TRIANITA | REZA ADITYA | AGOENG WIJAYA






Tangani Kasus ACT hingga Brigadir J, Ini Tugas, Fungsi, dan Wewenang PPATK

41 hari lalu

Tangani Kasus ACT hingga Brigadir J, Ini Tugas, Fungsi, dan Wewenang PPATK

Berikut adalah tugas, fungsi, dan wewenang PPATK dalam memberantas tindak pidana pencucian uang.


Endus Sumber Dana Khilafatul Muslimin dari Luar Negeri, Polisi Gandeng PPATK

19 Juni 2022

Endus Sumber Dana Khilafatul Muslimin dari Luar Negeri, Polisi Gandeng PPATK

Hengki Haryadi mengatakan pihaknya sedang menyelidiki sumber dana dari kelompok Khilafatul Muslimin yang terendus dari luar negeri.


64 Orang Lolos Seleksi Pejabat KPK

18 Maret 2022

64 Orang Lolos Seleksi Pejabat KPK

Adrianus mengatakan kandidat pejabat KPK itu akan mengikuti seleksi lanjutan, yaitu asesmen kompetensi manajerial dan sosial kultural.


Sebelum Pamit, Deddy Corbuzier Sempat Ingin Undang 3 Tokoh Ini ke Podcast

11 Agustus 2021

Sebelum Pamit, Deddy Corbuzier Sempat Ingin Undang 3 Tokoh Ini ke Podcast

Di video terakhir, Deddy Corbuzier mengungkapkan ada tiga tokoh yang ingin diundang untuk berbincang di podcastnya.


Peserta Seleksi Jubir KPK Tak Ada yang Lolos

29 Januari 2021

Peserta Seleksi Jubir KPK Tak Ada yang Lolos

Saat ini, jubir KPK masih sebatas pelaksana tugas, baik bidang pencegahan maupun penindakan.


Kepala PPATK Wafat, Karangan Bunga Membanjiri Rumah Duka

14 Maret 2020

Kepala PPATK Wafat, Karangan Bunga Membanjiri Rumah Duka

Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin dimakamkan di TPU Tanah Kusir.


Kepala PPATK Wafat Menjelang Ulang Tahun ke-63

14 Maret 2020

Kepala PPATK Wafat Menjelang Ulang Tahun ke-63

Kepala PPATK meninggal karena sakit setelah sepekan dirawat di RS Persahabatan.


Banyak Cara Pencucian Uang, Ini Modus yang Dipakai Kepala Daerah

16 Desember 2019

Banyak Cara Pencucian Uang, Ini Modus yang Dipakai Kepala Daerah

Salah satu modus pencucian uang yang dilakukan kepala derah korup adalah memasukkan uang hasil korupsi ke rekening kasino dalam bentuk valuta asing.


PPATK Ungkap Modus Penyelundupan Benih Lobster

13 Desember 2019

PPATK Ungkap Modus Penyelundupan Benih Lobster

PPATK menelusuri aliran dana terkait penyelundupan bibit lobster.


Pansel KPK Menjelaskan Soal Etika Irjen Firli Bahuri

12 September 2019

Pansel KPK Menjelaskan Soal Etika Irjen Firli Bahuri

Irjen Firli, menurut Pansel Capim KPK Indriyanto Seno Adji, memiliki tingkat konsistensi terbaik.