Jumat, 16 November 2018

Reydonnyzar Moenek Jadi Penjabat Gubernur Sumatera Barat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama (kedua kiri), bersama Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah (kiri), Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri Reydonnyzar Moenek (kedua kanan) dan Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi (kanan) saat rapat klarifikasi pengesahan RAPBD DKI Tahun Anggaran 2015 di Jakarta, 2 April 2015. ANTARA/Reno Esnir

    Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama (kedua kiri), bersama Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah (kiri), Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri Reydonnyzar Moenek (kedua kanan) dan Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi (kanan) saat rapat klarifikasi pengesahan RAPBD DKI Tahun Anggaran 2015 di Jakarta, 2 April 2015. ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Padang - Presiden Joko Widodo menujuk Reydonnyzar Moenek, menjadi penjabat Gubernur Sumatera Barat. Saat ini Reydonnyzar Moenek, menjabat Direktur Jenderal Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri.

    "Surat Keputusannya sudah ada. Reydonnizar ditunjuk sebagai pejabat gubernur," ujar Kepala Biro Pemerintah Pemprov Sumatera Barat, Mardi, Selasa 11 Juli 2015.

    Masa jabatan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dan wakilnya, Muslim Kasim, akan berakhir pada 15 Agustus 2015. Kedua inkumben itu bertarung pada pemilihan kepala daerah 2015.

    Mardi mengatakan, penjabat gubernur akan dilantik Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di kantor Kementerian Dalam Negeri, Sabtu 15 Agustus 2015. "Undangan pelantikannya sudah kami terima," ujarnya.

    Reydonnyzar berasal dari Sumatera Barat. Sebelum menjabat Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri, ia pernah menjadi Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri Indonesia.

    Selain masa jabatan gubernur, ada 13 bupati dan wali kota yang masa jabatannya akan berakhir tahun ini. Kata Mardi, Pemprov Sumatera Barat telah menyiapkan pejabat untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.