Kamis, 15 November 2018

20 Negara Ikut-ikutan Bikin Tempe, IPB 'Lapor' UNESCO  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi tempe. doctortempeh.com

    ilustrasi tempe. doctortempeh.com

    TEMPO.CO, Bogor - Sejumlah Ahli Gizi dan peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yang tergabung dalam Pergizi Pangan Indonesia dan Forum Tempe Indonesia, mengajukan Tempe sebagai warisan budaya dunia asal Indonesia pada Badan Pendidikan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO).

    Pengajuan ini dilakukan sebab saat ini ada sekitar 20 negara di dunia yang sudah melakukan penelitian dan membuat produk tempe."Sebelum diklaim oleh negara lain, kita harus mendaftarkan tempe menjadi makanan asli Indonesia, agar diakui dunia," kata Sekretaris Jendral Pergizi Pangan Prof Made Astrawan, Selasa, 4 Agustus 2015.

    Dia mengatakan sejumlah negara di dunia diantaranya Jepang, Jerman, dan Malaysia sudah membuat bahkan mengembangkan tempe sebagai makanan dengan protein tinggi yang bukan didapat dari hewan."Tempe merupakan salah satu pangan bergizi dan bagian dari diet sehat, karena proteinnya sama banyak dan tinggi seperti protein hewan," kata dia.

    Prof Made menambahkan, produk fermentasi kacang kedelai oleh kapang Rhizopus oligorus dibuat dengan proses unik sejak beberapa abad lalu oleh nenek moyang Indonesia. "Ini merupakan bukti sejarah, menggunakan bahan dasar kedelai yang difermentasi yang pertama kali dibuat oleh masyarakat Klaten, Jawa Tengah, sejak tahun 1700 lalu," kata dia.

    Sampai saat ini di Indonesia ada sekitar 100 ribu, produsen tempe yang tersebar di berbagai provinsi. Tempe juga dikonsumsi sebagian besar masyarakat Indonesia dengan asupan gizi minimal 10 persen dari total protein harian. "Sementara protein yang terkandung dalam telur hanya 1,25 persen, daging 3,15 persen, sereal sekitar 60 persen, jadi tempe memiliki protein yang cukup tinggi," kata dia.

    Prof Dr Herdiyansyah Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia, mengatakan bagi masyarakat Indonesia tempe bukan hanya sekedar makanan, akan tetapi memiliki nilai budaya, sejarah dan ekonomi bangsa, karena keunikanya. "Dengan terinspirasi dari pengakuan UNESCO yang sudah mengakui Kimci dari Korea dan Batik dari Indonesia sebagai 'Intangible Cultural Heritage of Humanity (ICHH) maka kami pun akan mendaftarkan tempe agar mendapat pengajuan juga," kata dia.

    Akan tetapi, ungkap dia, pendaftaran agar tempe mendapat pengakuan dari dunia internasional menjadi warisan dan budaya Bangsa ini harus dilakukan langsung oleh pemerintah RI ke UNESCO. "Pemerintah lah yang harus langsung mendaftarkannya, sehingga kami disini akan terus berusaha mengumpulkan semua data terkait tempe, agar bisa diajukan," kata dia.

    Data-data yang dikumpulkan tersebut mulai dari sejarah tempe, jenis tempe, perusahaan, kandungan gizi, keunikan dan lain sebagainya. "Mudah-mudahan pemerintah RI tahun 2016 bisa langsung mendaftarkan tempe ke UNESCO menggunakan data-data yang kami kumpulkan, sehingga pada tahun 2018 mendatang UNESCO sudah menetapkan tempe sebagai warisan dan budaya dunia," kata dia.

    M. SIDIK PERMANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pokemon Hidup Dalam Detektif Pikachu

    Hollywood baru saja mengadaptasi karakter favorit dunia dari kartun Pokemon, Pikachu, ke dalam film layar lebar.