Ke Oxford, Ridwan Kamil Bicarakan Kerja Sama Pendidikan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di Pusat Kendali Command Centre, Balai Kota Bandung, Selasa, 17 Maret 2015. TEMPO/Prima Mulia

    Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di Pusat Kendali Command Centre, Balai Kota Bandung, Selasa, 17 Maret 2015. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sore ini akan berangkat menuju sejumlah tempat di Inggris. Di sana, salah satunya dia akan membicarakan mengenai kerja sama pendidikan dan inovasi dengan Wali Kota Oxford, Mohammed Abasi.

    “Kami akan mengadakan kerja sama berbasis pendidikan dan inovasi. Tapi kami belum tahu tepatnya seperti apa,” ujar Emi, panggilan akrab Ridwan Kamil, saat ditemui Tempo di Balai Kota Bandung, Sabtu, 20 Juni 2015. Di Inggris, ia akan menghabiskan waktu sepekan.

    Sebelumnya, Pemerintah Kota Bandung baru saja meneken kerja sama dengan University of Berkeley, California. Menurut Ridwan Kamil, Berkeley akan memberi beasiswa pada pegawai negeri sipil di Bandung untuk belajar mengenai Sistem Informasi Geografis (GIS).

    "GIS sangat penting untuk dipelajari PNS di Bandung. Sistem komputerisasi itu bertujuan untuk mengelola data berbabsis geografis," kata Ridwan Kamil. Biasanya sistem ini dipakai pemerintah untuk melakukan investigasi ilmiah, mengelola sumber daya, merencanakan pemmbangunan, menguasai pemetaan, dan merencanakan rute transportasi.

    Selain untuk PNS, beasiswa ini akan diberikan untuk pelajar di Kota Bandung. Namun, Ridwan Kamil belum menjelaskan mengenai prosedur untuk mendapatkan beasiswa ini. Ridwan Kamil sendiri sempat mengenyam pendidikan master di Berkeley pada 2007, dan lulus pada 2009. Ridwan Kamil lulus dengan indeks prestasi kumulatif 3,9.

    Selain mengunjungi Oxford, Ridwan Kamil berencana menawarkan investasi monorel di sana, dan menemui arsitek Inggris, Zaha Hadad. Hadad dipilih oleh Ridwan Kamil untuk merancang gedung pertunjukkan di Jalan Cikutra, Bandung, Jawa Barat.

    “Saya enggak punya waktu untuk mendesain gedung pertunjukkan. Lagian ini adalah proyek kelas dunia, jadi harus sama arsitek kelas dunia juga,” kata lulusan arsitektur Institut Teknologi Bandung ini.

    Hadad saat ini merupakan salah satu arsitek terbaik di dunia. Wanita keturunan Iraq-Inggris ini dikenal karena kerap membangun gedung dengan menggunakan material yang tidak biasa. Ciri khas arsitekturnya tampak pada bangunannya yang unik. Gedung hasil rancangannya selalu memiliki banyak titik perspektif, sehingga terlihat kacau namun indah.

    PERSIANA GALIH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.