Jokowi Salah Sebut Kota Lahir Sukarno, DPR: Reshuffle!  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat menyerahkan Kartu Indonesia Pintar secara langsung kepada warga di Lapangan Blitar, Jawa Timur, 1 Juni 2015. ANTARA/Irfan Anshori

    Presiden Joko Widodo saat menyerahkan Kartu Indonesia Pintar secara langsung kepada warga di Lapangan Blitar, Jawa Timur, 1 Juni 2015. ANTARA/Irfan Anshori

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus ikut mengkritik Presiden Joko Widodo karena salah menyebutkan kota kelahiran proklamator Sukarno. Mereka menganggap kesalahan tersebut fatal. "Mungkin dia slip tounge! Yang jelas dalam sejarah tata negara, Presiden tidak boleh atau tidak pernah salah!!" kata politikus Partai Amanat Nasional, Achmad Hafisz Tohir, kepada Tempo, Rabu malam, 3 Juni 2015. (Baca: Jokowi Salah Sebut, Netizen: Ngakak Sampai Merauke)

    Menurut Hafisz, jika Presiden Jokowi benar-benar tidak menyadari kesalahannya, maka yang patut disalahkan adalah staf ahli presiden dan Menteri Sekretaris Negara. "Inilah kelemahan tim Jokowi! Harus ada reshuffle yang mendasar karena sudah merusak bernegara," kata Ketua Komisi Badan Usaha Milik Negara Dewan Perwakilan Rakyat itu.

    Setali tiga uang dengan kawan satu fraksinya, Teguh Juwarno meminta Jokowi mengevaluasi tim penulis pidato presiden. "Pak @jokowi_do2, penulis pidato Bapak harus ditertibkan! Blitar bukan tempat lahir Bung Karno," cuit Teguh Juwarno dalam akun Twitter-nya @teguhjo. Ia malu atas kesalahan presiden ke-7 itu. "Milu isin beungeuud, diwaca ping pindo (ikut malu banget dibaca dua kali)," kata Teguh. (Baca: Jokowi Salah Sebut Kota Kelahiran Sukarno, Netizen Heboh)

    Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo ikut berkomentar hal yang sama. Roy menilai Presiden dan stafnya tak tahu sejarah. "Tweeps, ini yang tidak tahu sejarah, penulis pidatonya atau siapa?" cuit Roy, dalam akun Twitter-nya @KRMTRoySuryo.

    Selain politikus, netizen ikut merisak Jokowi dengan kelakar unik. Elang Hitam misalnya. Pengguna Twitter dengan akun @yukakuza itu menyamakan kekeliruan Jokowi dengan beras palsu. "Setelah beras diplastikin, lalu ijazah banyak yg dipalsuin, nanti akte lahir Bung Karno juga mau dipalsu?" kata dia, sambil me-retweet cuitan Roy Suryo.

    Joko Widodo salah ucap saat pidato peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2015, di alun-alun Kota Blitar, Jawa Timur. Ia mengatakan tempat kelahiran Presiden Sukarno adalah Blitar, bukan Surabaya. Jokowi mengaku terpesona dengan Kota Blitar. Ia menganggap kota itu sebagai kota kelahiran proklamator sehingga menyimpan banyak memori bersejarah.

    "Setiap kali saya berada di Blitar, kota kelahiran Proklamotor kita, hati saya selalu bergetar," kata Jokowi. Dia langsung terkenang pidato Sukarno 70 tahun silam. "Saya selalu teringat pidato Bung Karno, 1 Juni 1945. Di depan BPUPKI beliau menyatakan Pancasila. Itulah yang berkobar-kobar dalam dada saya sejak berpuluh-puluh tahun," kata Jokowi.

    Hingga kini pihak Istana belum dapat dikonfirmasi terkait dengan kekeliruan dalam penyebutan kota kelahiran Sukarno itu. Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto belum menjawab pesan pendek ataupun panggilan telepon dari Tempo.

    PUTRI ADITYOWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.