Kantor PDIP Senilai Rp 42 Miliar dari Lelang Suara Megawati  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana gedung yang baru dibangun di jalan Diponegoro, Jakarta, 30 Maret 2015. Gedung tersebut rencananya akan dijadikan kantor DPP PDI Perjuangan. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Suasana gedung yang baru dibangun di jalan Diponegoro, Jakarta, 30 Maret 2015. Gedung tersebut rencananya akan dijadikan kantor DPP PDI Perjuangan. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan hari ini resmi memiliki kantor baru di Jalan Diponegoro Nomor 58, Jakarta Pusat. Pembangunan kantor enam lantai yang berlangsung sejak 2010 ini menelan dana Rp 42,6 miliar.

    "Semua mengumpulkan uang untuk membangun kantor baru. Anggota fraksi, petugas fraksi, juga anggota partai," kata Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Senin, 1 Juni 2015.

    Tak hanya itu, kata Hasto, partai banteng bahkan melelang suara nyanyian Megawati Soekarnoputri dan lukisan-lukisan Ketua Umum PDIP tersebut. "Mulai 17 Juni, kegiatan operasional partai sepenuhnya akan dilakukan di sini," kata Hasto.

    Pemerintah Orde Baru memberikan kantor ini untuk Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Sedangkan lahan di sebelahnya untuk Partai Persatuan Pembangunan.

    Pada 1996, Megawati Soekarnoputri terpilih menjadi Ketua Umum PDI. Tapi pemerintah Soeharto mendukung Soerjadi--mantan ketua umum partai itu--untuk menggusur Megawati.

    Pada 1997, terjadi kekerasan dalam perebutan kantor tersebut. Setelah Soeharto lengser, Megawati kemudian membentuk PDI Perjuangan dan memindahkan kantor partainya ke kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

    Pada 2010, kantor di Jalan Diponegoro dibangun kembali. Gedung baru ini dibangun di atas lahan seluas 7.000 meter persegi dan berkelir putih.

    Lima pilar besar berwarna merah terpancang menghadap jalan raya. Menurut Hasto, pilar ini melambangkan lima sila dalam Pancasila.

    INDRI MAULIDAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.