Kubu Agung: Tak Ada Islah di Rumah JK  

Reporter

Editor

Rini Kustiani

Pimpinan Partai Golkar, Aburizal Bakrie (tengah), bersama Agung Laksono (kiri) dan mantan Ketum Golkar, Jusuf Kalla, menunjukkan surat kesepakatan islah terbatas di rumah dinas Wakil Presiden, Jakarta, 30 Mei 2015. Islah ini dicapai usai putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) pada 18 Mei lalu. TEMPO/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPP Partai Golkar kubu Agung Laksono, Leo Nababan, mengatakan tetap berhak menandatangani persetujuan pencalonan Pilkada.

Musababnya, penandatangan perjanjian di rumah JK kemarin bukanlah islah. Namun, hanya kesepakatan awal agar Golkar bisa jadi peserta Pilkada.

"Di rumah Pak JK itu tidak ada islah, kami luruskan itu hanyalah kesepakatan awal dalam rangka Pilkada," kata Leo saat dihubungi, Ahad, 31 Mei 2015.

Menurut dia, membentuk kepengurusan islah adalah suatu hal yang susah. Kedua kubu sama-sama tak ingin menyerahkan kursi ketua umum dan sekretaris jenderal.

"Padahal secara legalitas, kami punya SK Menkumham," kata dia. "Jadi Agung Laksono yang seharusnya ketua umum."

Ia yakin pemerintah berpendapat sama. "Nanti, jelang Pilkada, KPU harus bertanya pada Menkumham, siapa yang berhak tanda tangan. Pemerintah pasti tunjuk kami, karena gugatan belum selesai," kata Leo.

Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengatakan komisi tetap berpendapat harus ada SK Menkumham bila partai berkonflik memutuskan islah. Hal itu, kata dia, diatur dengan Peraturan KPU Nomor 9/2015 Pasal 36 ayat 3.

"Kesepakatan damai untuk membentuk kepengurusan partai didaftarkan ke Kemenkumham," kata dia melalui pesan Blackberry. KPU memutuskan menunggu hingga pendaftaran calon kepala daerah 26-28 Juli sebelum memutuskan langkah apapun bagi partai sengketa.

INDRI MAULIDAR






Mengenang Sudharmono, Seorang Wakil Presiden Era Orde Baru Pernah Pimpin Partai Golkar

3 hari lalu

Mengenang Sudharmono, Seorang Wakil Presiden Era Orde Baru Pernah Pimpin Partai Golkar

Sudharmono atau akrab disapa Pak Dhar, pernah menjabat Wakil Presiden RI ke-5, dan aktif berkarier sebagai politikus dan seorang militer.


Kronologi Ridwan Kamil Gabung Partai Golkar, Kode Sudah Diberikan Jauh Hari

8 hari lalu

Kronologi Ridwan Kamil Gabung Partai Golkar, Kode Sudah Diberikan Jauh Hari

Ridwan Kamil gabung menjadi kader Partai Golkar, meski pernah gagalkan dukungan saat Kang Emil maju Pilgub Jabar lalu.


Partai Golkar Rekrut Ridwan Kamil demi Mendulang Suara

10 hari lalu

Partai Golkar Rekrut Ridwan Kamil demi Mendulang Suara

Di tengah mandeknya peta dukungan KIB, Partai Golkar menggaet Ridwan Kamil. Apa hubungan antara manuver ini dan posisi Ganjar Pranowo?


Dulu Tidak Didukung, Kini Gabung Golkar. Ini Perjalanan Politik Ridwan Kamil

10 hari lalu

Dulu Tidak Didukung, Kini Gabung Golkar. Ini Perjalanan Politik Ridwan Kamil

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bergabung dengan Partai Golkar. Partai yang dulu sempat tidak mendukungnya. Begini ceritanya.


Berlabuh ke Partai Golkar, Ini Lika-liku Politik Ridwan Kamil

10 hari lalu

Berlabuh ke Partai Golkar, Ini Lika-liku Politik Ridwan Kamil

Ridwan Kamil resmi menjadi kader Partai Golkar pada 18 Januari 2022.


Masuk Golkar, Ridwan Kamil Berpeluang Diusung Lagi Jadi Gubernur Jabar atau DKI Jakarta

10 hari lalu

Masuk Golkar, Ridwan Kamil Berpeluang Diusung Lagi Jadi Gubernur Jabar atau DKI Jakarta

Golkar menilai potensi dan kapabilitas Ridwan Kamil membuat peluang ke arah sana terbuka.


Politisi Muda Lintas Partai Tolak Sistem Proporsional Tertutup, Sebut Kader Senior akan Dapat Nomor Urut Atas

15 hari lalu

Politisi Muda Lintas Partai Tolak Sistem Proporsional Tertutup, Sebut Kader Senior akan Dapat Nomor Urut Atas

Politisi muda lintas partai bicara soal penolakan atas wacana sistem proporsional tertutup di Pemilu 2024. Apa alasan mereka?


JK Akui Pertama Kali Usulkan Sistem Proporsional Terbuka

19 hari lalu

JK Akui Pertama Kali Usulkan Sistem Proporsional Terbuka

JK mengatakan dalam pelaksanaannya sistem proporsional tertutup calon cenderung tidak berkampanye melainkan partai yang kampanye.


Celetuk Zulhas Pertemuan 7 Parpol Penolak Sistem Proporsional Tertutup Koalisi Baru bagi Golkar

20 hari lalu

Celetuk Zulhas Pertemuan 7 Parpol Penolak Sistem Proporsional Tertutup Koalisi Baru bagi Golkar

Pertemuan tujuh elit parpol penolak sistem proporsional tertutup diinisiasi oleh Partai Golkar.


5 Politisi yang Pindah Partai Politik

24 hari lalu

5 Politisi yang Pindah Partai Politik

Fenomena politisi yang pindah partai, dari satu parpol ke parpol lain lazim terjadi di era politik terbuka seperti sekarang.