Menteri Anies: Soal UN Bocor Tantangan Bagi DIY

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah, Anies Baswedan menyalami sejumlah anak saat bekunjung ke Kampung Matematika, di Desa Laladon, Kecamatan Ciomas, Bogor, Jawa Barat, 11 April 2015. Anies bersama staf dari Kementerian Pendidikan menyambangi lima rumah warga yang diperuntukkan bagi kegiatan belajar mengajar para peserta didik yang didominasi oleh anak-anak sekolah dasar. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

    Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah, Anies Baswedan menyalami sejumlah anak saat bekunjung ke Kampung Matematika, di Desa Laladon, Kecamatan Ciomas, Bogor, Jawa Barat, 11 April 2015. Anies bersama staf dari Kementerian Pendidikan menyambangi lima rumah warga yang diperuntukkan bagi kegiatan belajar mengajar para peserta didik yang didominasi oleh anak-anak sekolah dasar. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengatakan kasus naskah ujian nasional yang bocor di dunia maya menjadi salah satu tantangan bagi Provinsi Yogyakarta. Sebab, daerah yang dikepalai oleh seorang Sultan itu adalah salah satu daerah yang menggunakan soal yang diunggah melalui Google Drive itu.

    Menurut Anies, yang menjadi tantangan bagi daerah itu adalah tingkat kejujurannya. “Selama lima tahun terakhir, Yogyakarta adalah pemilik nilai tertinggi Indeks Integritas tertinggi secara nasional,” kata Anies di Gedung E Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jumat 17 April 2015. Artinya, tingkat kecurangan di daerah itu paling rendah dibandingkan dengan daerah di wilayah Indonesia lain.

    Anies mengatakan tantangan bagi para siswa di daerah yang berintegrasi tinggi adalah apakah mereka terpancing untuk berlaku curang atau tetap jujur. Anies tidak tahu seberapa banyak anak SMA jurusan IPA di Yogyakarta yang telah mengunduh naskah soal yang bocor itu.

    Bila telah mengunduh pun, Anies tidak tahu apakah para siswa itu tetap menggunakan bahan bocoran itu saat ujian nasional berlangsung atau tidak. “Ini seperti situs porno. Kita bisa dengan mudah mengakses di internet, tapi apakah kita mau mengaksesnya,” kata Anies.

    Anies mengaku sudah mendapatkan beberapa naskah hasil ujian nasional dari Yogyakarta walaupun belum seratus persen. Namun sampai saat ini, kata Anies, belum terlihat ada pola kecurangan yang terjadi di Yogyakarta. Anies akan menunggu indeks kejujuran secara lengkap sebelum menilai daerah tempat ia pernah menimba ilmu itu. “Kita lihat apakah para siswanya tetap jujur atau mereka justru mengorbankan harga diri mereka demi nilai tinggi melalui naskah yang bocor itu,” kata Anies.

    Ada 30 paket soal Ujian Nasional yang bocor dari total 11.730 paket soal. Naskah yang bocor melalui Google Drive itu digunakan di dua daerah istimewa. “Soal yang diunggah di Google Drive itu ditujukan untuk Nanggroe Aceh Darussalam. Tapi soal berjenis sama digunakan juga di Yogyakarta,” kata Anies.

    Anies mengatakan hal itu terlihat dari barcode yang terlihat di naskah ter-upload di Internet. Barcode di naskah sebelah pojok kanan atas menunjukkan provinsi dan kode soal. Sedangkan kode yang berada di pojok kiri bawah dengan tulisan U-N-2014/2015 menujukkan untuk Nangroe Aceh Darusalam. “Kode-kode itu berbeda-beda di setiap provinsi,” kata Anies.

    Sebelumnya, Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X menuding kebocoran soal-soal ujian nasional (UN) untuk SMA dan yang sederajat tahun ini karena pengerjaan soal-soal melalui online.  Sultan pun mempertanyakan kesiapan pengerjaan UN melalui online. Khususnya pengamanan dalam penggunaan komputernya.

    MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.