Anies: Soal Ujian Nasional Bocor di Internet  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, saat memberikan keterangan kepada media perihal kesiapan pelaksanaan ujian nasional tingkat SMA/sederajat di Gedung kementeri Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 9 April 2015. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Ekspresi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, saat memberikan keterangan kepada media perihal kesiapan pelaksanaan ujian nasional tingkat SMA/sederajat di Gedung kementeri Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 9 April 2015. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.COJakarta - Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan mengakui ada 30 buah paket soal ujian nasional yang bocor di dunia maya. "Jumlah itu 0,25 persen dari total 11.730 buah paket soal yang dibuat oleh Kementerian," ujarnya di Gedung E Kementerian Kebudayaan, Rabu, 15 April 2015. 

    Anies mengatakan kebocoran terjadi karena ada pihak yang mengunggah 30 paket soal itu ke Internet. Soal ujian diunggah dari akun Google Drive dalam format PDF. Anies mendapat laporan tentang bocornya soal ujian itu sekitar pukul 10.00 pada hari pertama UN, Senin, 13 April 2015. 

    Panitia UN mengecek keaslian naskah ujian yang diunggah di Internet tersebut. "Kami melihat dari kode komputer di kertas yang diunggah itu. Ternyata benar, itu soal UN," ucap Anies. 

    Senin siang itu juga, Anies langsung menghubungi pihak Google Inc yang berpusat di Amerika Serikat untuk meminta segera menutup akses ke akun itu. Dia juga menulis surat resmi ke Google Inc. "Satu jam kemudian, akun itu ditutup aksesnya oleh Google," tuturnya. 

    Anies masih mengklaim UN tahun ini berlangsung lebih baik dan tenang, karena kebanyakan siswa tidak merasa tegang dan takut menjalaninya. "Kebocoran soal pun terjadi kurang dari 1 persen," katanya.

    MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Undang-Undang Pemberantasan Terorisme Berlaku, 375 Ditangkap

    Sejak pemberlakuan Undang-Undang Pemberantasan Terorisme yang baru pada Mei 2018, kepolisian menangkap ratusan orang yang diduga terlibat terorisme.