Selasa, 20 November 2018

Staf Khusus Suryadharma Ali Diperiksa KPK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menteri Agama, Suryadharma Ali dicecar pertanyaan oleh awak media usai kunjungi Rumah Polonia, di Jl. Cipinang Cempedak, Jakarta Timur (26/5). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Mantan Menteri Agama, Suryadharma Ali dicecar pertanyaan oleh awak media usai kunjungi Rumah Polonia, di Jl. Cipinang Cempedak, Jakarta Timur (26/5). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COJakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi hari ini kembali memanggil bekas staf khusus Menteri Agama Suryadharma Ali, Ermalena. Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha menyatakan Ermalena diperiksa sebagai saksi terkait dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji 2012-2013. Pada 18 Juni 2014, KPK sudah memanggil Ermalena.

    "Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SDA (Suryadharma Ali)," kata Priharsa di Jakarta, Senin, 8 September 2014. (Baca: Korupsi Haji, KPK Periksa Tiga Anggota DPR)

    Saat ini Ermalena sudah duduk di lobi gedung komisi antirasuah. Dia memadukan jilbab warna abu-abu dengan kemeja kotak-kotak berwarna senada. (Baca: Korupsi Haji, KPK Pasti Panggil Wakil Ketua MPR)

    Ermalena adalah calon legislator dari Partai Persatuan Pembangunan yang lolos ke Senayan. Namanya masuk dalam daftar rombongan haji Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan. Dalam daftar rombongan haji Suryadharma, juga terdapat sahabat Ermalena bernama Erik Satrya Wardhana. (Baca: Skandal Haji, Lima Adik Suryadharma Dipanggil KPK)

    KPK telah menetapkan mantan Menteri Agama Suryadharma Ali sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyelenggaraan haji tahun 2012-2013 dengan total anggaran Rp 1 triliun. Dia disangka menyalahgunakan wewenang dan diduga memperkaya diri atau orang lain atau korporasi. Dia diduga telah menyalahgunakan sisa kuota haji yang dipakai oleh keluarga, kolega, dan anggota DPR. 

    LINDA TRIANITA

    Topik terhangat:
    Koalisi Jokowi-JK | Jero Wacik | Polisi Narkoba | ISIS | BBM Subsidi

    Berita terpopuler lainnya:
    Megawati: Saya Bisa Ngamuk Lho!
    Tim Transisi Akui Ada Anggota Gadungan
    Jokowi: Saya Jangan Diisolasi dari Rakyat
    Kalla: Wajar SBY Kritik Tim Transisi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Sisi Gelap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

    Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi yang diduga dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi membuat dunia menyorot empat sisi gelap Mohammed bin Salman.