Jumat, 16 November 2018

Walhi Kritik Kebijakan Ridwan Kamil

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Bandung Ridwan Kamil. TEMPO/Prima Mulia

    Walikota Bandung Ridwan Kamil. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO , Bandung: Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat, mengkritik salah satu langkah Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, dalam mewujudkan Bandung sebagai Green City. Direktur Walhi Jabar Dadan Ramdan menilai, penghijauan yang dilakukan Ridwan, dengan membuat Ruang Terbuka Hijau (RTH) di 1.500 Rukun Warga (RW), salah langkah.

    "Memperbanyak RTH di 1.500 RW, tidak sesuai dengan kebutuhan RTH Kota Bandung," ujar Dadan, saat ditemui Tempo di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan, Bandung, Jumat, 17 Januari 2013.

    Menurut Dadan, kota Bandung membutuhkan tambahan 3.200 hektar lahan hijau, untuk dapat meresap air hujan, menyerap karbon dioksida, dan menghasilkan oksigen. Sementara, menurut Dadan, penghijauan di 1.500 RW hanya dapat menambah 800 hektar lahan hijau.

    Adapun imbauan Ridwan yang mewajibkan para pelaku usaha untuk ikut menghijaukan Bandung, dinilai Walhi tidak produktif. Sebab, kata Dadan, pelaku usaha hanya merombak sebagian kecil lokasi usahanya saja, bukan memperluas lahan untuk ditanami tumbuhan. "Setelah kami cek, apartemen, hotel dan mal, kami tidak menemukan adanya kontribusi penghijauan,"  katanya. Menurut pantauan, beberapa mal di kota Bandung hanya memasangi temboknya saja dengan pot bunga, agar terlihat hijau.

    Walhi berharap para pelaku usaha memang menyediakan lahan hijau, untuk ditanami tumbuhan dan fasilitas taman, tanpa ada kegiatan komersil pada taman tersebut sekali pun. Selain itu, Walhi juga ingin Wali Kota Bandung, untuk segera membuat peraturan dalam melakukan upaya RTH.

    Dadan pun mengusulkan beberapa lahan yang dapat difungsikan sebagai RTH di Kota Bandung. Di anataranya kawasan Bandung utara dan Arcamanik. Dia menjelaskan, banyak kawasan Bandung utara yang sementara ini terbengkalai. Meski bukan aset kota Bandung, kata Dadan, Pemkot dapat membeli lokasi tersebut, jika memang konsen pada masalah RTH. Adapun di kawasan Arcamanik. Menurut Dadan, disana terdapat 60 hektar lahan tidak terpakai dan belum difungsikan sebagai apapun.

    Selain itu, pemkot Bandung yang saat ini tengah merombak beberapa taman di Kota Bandung pun dikrtik. Taman-taman itu, dinilai tidak memberikan kontribusi pada RTH. "Ridwan hanya merombaknya saja, bukan memperluasnya," ujar Dadan. Dadan menyesali langkah Wali Kota Bandung, karena tidak menggubris usulan Walhi, yang sempat dilayangkan di awal kepemimpinan Ridwan sebagai Wali Kota.


    PERSINA GALIH


    Berita Lain
    Loyalis Anas: Pemecatan Pasek Blunder Demokrat 

    Saling Sindir Anas-SBY Sebelum "Perang Buku"

    Ani Yudhoyono: Ini Tustel Pribadi, Paham?

    Adnan Buyung Tantang KPK Bawa Anas ke Pengadilan 



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.