Rabu, 24 Oktober 2018

SBY Lantik 16 Duta Besar Baru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Wapres Boediono memberikan salam kepada sejumlah Duta Besar (Dubes)  seusai melantik Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh baru di Istana Negara, Jakarta, Senin (3/9). ANTARA/Prasetyo Utomo

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Wapres Boediono memberikan salam kepada sejumlah Duta Besar (Dubes) seusai melantik Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh baru di Istana Negara, Jakarta, Senin (3/9). ANTARA/Prasetyo Utomo

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin siang tadi, 3 September 2012, melantik 16 duta besar luar biasa dan berkuasa penuh untuk mewakili kepentingan Indonesia di negara-negara asing. Pelantikan dilakukan di Istana Negara sejak pukul 13.00 waktu Indonesia bagian barat.

    Beberapa duta besar yang dilantik merupakan perwakilan di negara-negara tetangga yang berbatasan langsung dengan Indonesia, yaitu Malaysia, Australia, dan Timor Leste. Kursi mantan Kapolri Jenderal (Purn) Da'i Bachtiar sebagai Duta Besar Malaysia kini diisi mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal (Purn) Herman Prayitno.

    Berikut ini adalah data lengkap 16 duta besar yang dilantik hari ini:
    1. Foster Gultom (Kazakstan merangkap Tajikistan, berkedudukan di Astana)
    2. Harimawan Suyitno (Sri Lanka merangkap Republik Maladewa, berkedudukan di Kolombo)
    3. Tri Edi Mulyani (Kolombia berkedudukan di Bogota)
    4. Ronny Prasetyo Yuliantoro (Tunisia, berkedudukan di Tunis)
    5. Triyono Wibowo (Wakil Tetap di PBB, WTO, organisasi internasional lainnya di Jenewa, berkedudukan di Jenewa)
    6. Marcelinus Primanto Hendrasmoro (Timor Leste, berkedudukan di Dili)
    7. Chilman Arisman (Bahrain)
    8. Rachmat Budiman (Austria, Slovenia, merangkap PBB, UNINDO, UNO, IAEA, OPIC , berkedudukan di Wina)
    9. August Parengkuan (Italia merangkap Malta, Siprus, WFP, FAO, UNHCS, UNIDROIT, berkedudukan di Roma)
    10. Mayor Jenderal Ansori Tajudin (Afganistan, berkedudukan di Kabul)
    11. Marsekal TNI (Purn) Herman Prayitno (Malaysia, berkedudukan di Kuala Lumpur)
    12. Benny Bahanadewa (Yunani, berkedudukan Athena)
    13. John Prasetyo (Korea Selatan, berkedudukan di Seoul)
    14. Nunik Kun Naryatie (Ukraina, Armenia, Georgia, berkedudukan di Kiev)
    15. Najib Riphat (Australia, merangkap Vanuatu, berkedudukan di Canberra)
    16. Wajid Fauzi (Yaman, berkedudukan Sana'a)

    Turut menghadiri pelantikan itu, para menteri kabinet Indonesia Bersatu II, termasuk Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto.

    ARYANI KRISTANTI

    Berita Terpopuler:
    Jokowi: Ada Instruksi Agar Yang di Sana Itu menang

    83 Persen Melawan 17 Persen,Jokowi Yakin Menang

    Kang Jalal pun Diancam Mati

    Kisah Kang Jalal Soal Syiah di Indonesia(Bagian 2)

    Indonesia Pemilik Pertama Super Tucano di ASEAN

    Cerita Jalaluddin Rakhmat Soal Syiah Indonesia (Bagian I)

    Para Artis di Balik Acara Jokowi-Basuki

    Suami Berkumis, Inul Daratista Emoh Pilih Foke

    Fauzi Bowo Dapat Gelar ''Daeng Gassing''

    Terus Diancam, Syiah, Madura, Tak akan Diam Terus


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.