Minggu, 18 November 2018

Kanibal Sumanto Dikirim ke Rumah Sakit Jiwa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Purbalingga:Tersangka pelaku kanibalisme, Sumanto, 30 tahun, Kamis (22/1) siang dikirim ke bangsal jiwa Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas. Pemeriksaan di bangsal jiwa itu dimaksudkan untuk melengkapi tes yang telah dilakukan tim psikologi Polda Jawa Tengah. Warga Desa Plumutan, Kecamatan Kemangkon, Purbalingga, itu rencananya akan menginap di bangsal jiwa selama 14 hari. "Hari ini dia kita kirim ke sana untuk dilakukan pemeriksaan kejiwaan, kata Wakil Kepala Polres Purbalingga, Komisaris Was'an Tjipto Kumolo, Kamis (23/1) sore. Meski sebelumnya telah diperiksa oleh tim psikologi Polda Jawa Tengah, pemeriksaan di rumah sakit ini dilakukan agar berita acara pemeriksaan yang dibuat betul-betul valid. Selama diperiksa di bangsal jiwa Rumah Sakit Banyumas, kata Was'ad, petugas kepolisian dari Polres Purbalingga akan dikerahkan menjaga keamanan. "Tentu kita jaga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," kata dia. Dari Rumah Sakit Banyumas diperoleh keterangan, selama masa pemeriksaan di rumah sakit tersebut, Sumanto akan ditangani oleh dua orang dokter spesialis jiwa yakni dr. Basiran dan dr. Suparno. Saat ini Sumanto ditempatkan di bangsal karantina ruangan Sakura. Sebelumnya, tim psikologi Polda Jawa Tengah menyatakan Sumanto menderita psikopat. Semua perbuatan Sumanto dilakukan secara sadar, bahkan dengan pertimbangan yang matang. "Misalnya untuk kasus mencuri mayat Mbah Rinah dan kemudian memakannya, semuanya sudah disiapkan, sudah direncanakan. Sumanto melakukan semua itu dalam keadaan sehat dan sadar," kata Kepala Dinas Psikologi Polda Jawa Tengah yang juga ketua tim pemeriksa Sumanto, Ajun Komisaris Besar Purnomo. Polisi menangkap Sumanto pekan lalu karena diduga mencuri mayat Mbah Rinah dari kuburannya di Desa Majatengah, Purbalingga, kemudian memakannya. Sumanto mengaku sebelumnya telah memakan mayat dua orang yang dia bunuh di Lampung dan sepotong kaki manusia yang dia temukan di rel kereta. Ia mengaku memakan daging manusia untuk mendapat kesaktian. Menurut Purnomo, semula Sumanto adalah manusia normal seperti pada umumnya. Karena kurang kasih sayang dari keluarga ditambah pengalaman selama Sumanto merantau ke Lampung, kata Purnomo, terjadi perubahan perilaku yang cukup signifikan. "Artinya, pengalaman-pengalaman itu telah membuat Sumanto seperti telah menemukan dunianya yang baru. Dia tidak lagi memperhatikan asas norma kelaziman seperti makan daging mentah, bahkan daging manusia. Ini kan tidak lazim, tapi Sumanto dengan sadar melakukannya." (Syaiful Amin-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.