Jumat, 16 November 2018

Warga Purbalingga Histeris Saksikan Rekonstruksi Pemakan Mayat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Purbalingga:Rekontruksi kasus kanibalisme di Purbalingga, sabtu (18/1) mendapat perhatian masyarakat. Meski rekontruksi dilakukan pagi pukul 06.30, warga tetap tahu adanya acara yang digelar aparat Polres Purbalingga. Warga tampak histeris menyaksikan pelaku kanibal memperagakan cara menyayat dan mengunyah makhluk sesamanya. Saat memperagakan kembali memakan daging Mbah Rinah (81), Sumanto (32 tahun) warga Desa Plumutan RT 5 RW 5 Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga, tampak tidak canggung. Dengan cekatan, Sumanto mempraktekkan cara dia menggali kubur lalu mengakut mayat Mbah Rinah hingga ke rumahnya. Sumanto juga tampak tenang ketika diminta mempraktekkan menyayat alat kemaluan serta menguliti bagian paha dan tulang kering. Rekosntruksi dilakukan di dua tempat yaitu di kuburan Dusun Srengseng Desa Majatengah Kecamatan Kemangkon serta di Desa Plumutan Kecamatan Kemangkon. Di dua tempat itu, masyarakat tampak memadati lokasi rekosntruksi untuk menyaksikan cara Sumanto membongkar kuburan serta memangsa mayat Mbah Rinah. Dalam rekonstruksi itu terungkap, Sumanto menggali kuburan seorang diri. Dengan dua tangannya, ia menggali kuburan. Setelah mayat Mbah Rinah dikeluarkan dari liang kubur, kain kafan yang membalutnya dilucuti dan ditinggalkan begitu saja. Mayat kemudian dimasukkan ke dalam karung plastik lalu diangkut dengan sepda onthel menuju rumahnya yang berjarak sekitar 1.,7 km. Setelah di Plumutan, Sumanto meletakan mayat Mbok Rinah di pekarangan rumahnya. Lalu, sambil duduk Sumanto menyayat daging mayat itu dengan sebilah pisau. Yang pertama dilakukan adalah mengiris daging kemaluan Mbok Rinah. Kemudian memotong bagian tulang kering kaki dan memisahkannya dari tubuhnya. Saat diminta memperagakan cara memakan daging mayat, para pengunjung dibuat merasa jijik. Meski alat peraga dalam rekonstruksi itu hanya dari daging dan tulang sapi mentah, Sumanto tampak antusias melakukannya. "Sengaja kita lakukan rekonstruksi pagi-pagi sekali untuk menghidari kerumunan warga. Namun kenyataannya, masyarakat tetap banyak yang melihat. Untungnya, rekontsruksi berlangsung lancar," kata Kpaolres Purbalingga, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Agus Sofyan Abadi, saat mempimpin acara tersebut. Seperti diberitakan, setelah mayat Mbah Rinah yang belum sampai 24 jam dikubur di kuburan Desa Majatengah, warga setempat dibuat geger karena kuburan Mbah Rinah sudah acak-acakan. Mereka lebih dibuat gegr lagi ternyata mayat Mbah Rinah sudah lenyap. Namu dua hari setelah hilangnya mayat Mbah Rinah, polisi berhasil menangkap Sumanto yang ternyata seorang kanibal. Menurut pengakuannya, Sumanto sedikitnya telah menyantap tiga manusia. Sejauh ini, polisi belum percaya jika korban Sumanto hanya tiga orang seperti yang diakuinya. Menurut Kapolres, jumlah korban bisa bertambah mengingat adanya laporan masyarakat yang kehilangan anggotanya. "Seperti tukang pijat, Mistam, dilaporkan hilang setelah memijat tersangka. Dan indikasinya, kita menemukan pakaian Mistam di rumah tersangka itu," kata Kapolres. Syaiful Amin --- TNR

     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.